Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Tewas dengan Leher Terlilit Tali

16 Mei 2018, 09: 46: 51 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TAK BERNYAWA: Warga menemukan Murkani meninggal dunia dengan leher terlilit tali di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Kamis malam lalu (10/5).

TAK BERNYAWA: Warga menemukan Murkani meninggal dunia dengan leher terlilit tali di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Kamis malam lalu (10/5). (IZZUL FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

KAPONGAN- Warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan digegerkan dengan penemuan mayat seorang nenek di belakang rumahnya, Kamis (10/5) malam. Dia adalah Murkani, warga setempat. Penyebab meninggalnya nenek 65 tersebut diduga akibat gantung diri.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, Murkani pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Karyawadi, 40. Saat itu, Karyawadi tengah berjalan di belakang rumah korban. Tanpa sengaja, dia melihat Murkani tertelungkup di bawah pohon mangga.

Khawatir terjadi apa-apa, Karyawadi langsung mendekati Murkani. Setelah dicek, ternyata nenek tersebut sudah tidak bernapas. Ditemukan pula tali tampar yang melilit di lehernya.

Karyawadi yang panik akhirnya menghubungi anak korban. Selain itu, penemuan mayat tersebut juga dilaporkan Polsek Kapongan.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo mengatakan, berdasar hasil keterangan keluarga, peristiwa itu bermula saat Murkani keluar rumah tanpa pamit sekitar pukul 15.30 pada 9 Mei lalu. Namun tak seperti biasanya, hingga larut  malam, korban tak kunjung pulang. “Khawatir terjadi apa-apa, sekitar pukul 21.00, anak korban mencoba melakukan pencarian. Namun cukup lama berkeliling, ternyata tak kunjung ketemu. Dan esok harinya, anak korban mendapat informasi bahwa ada penemuan mayat oleh salah satu tetangganya. Setelah dicek ternyata benar, mayat tersebut adalah ibunya,” terang Nanang.

Nanang menambahkan, begitu mendapat informasi tersebut, Polisi langsung turun ke lokasi. Tanpa buang waktu langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Ada informasi demikian, petugas langsung terjun. Di lokasi, petugas keterangan saksi-saksi  dan melakukan oleh TKP,” jelasnya.

Berdasar hasil olah TKP yang dilakukan petugas, diduga kuat korban meninggal karena gantung diri. “Petugas menemukan adanya bekas luka pada leher akibat ikatan tali tampar. Lidah juga tidak dalam keadaan menjulur. Dari kemaluan korban keluar air seni. Kondisi mayat juga mulai membengkak. Karena korban memang meninggal lebih dari satu hari lamanya. Petugas juga tidak menemukan bekas kekerasan pada bagian tubuh yang lain,” beber Nanang.

Selain itu, kata Nanang, pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan otopsi. “Makanya kami buatkan surat pernyataan dari keluarga. Isinya, pihak keluraga menolak untuk dilakukan otopsi,” beber Nanang. (zul/bay)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia