Selasa, 23 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dorong IKSASS Aktif Kembangkan Pendidikan

Rabu, 16 May 2018 10:50 | editor : AF. Ichsan Rasyid

ULAMA dan UMARA : KHR Azaim Ibrahimy Bersama Bupati Anas (kanan) pada pembukaan Mubes IKSASS IX disaksikan Ketua IKSASS terpilih Munib Sholeh (baju putih) di Kalibaru pekan lalu.

ULAMA dan UMARA : KHR Azaim Ibrahimy Bersama Bupati Anas (kanan) pada pembukaan Mubes IKSASS IX disaksikan Ketua IKSASS terpilih Munib Sholeh (baju putih) di Kalibaru pekan lalu. (HUMAS PEMKAB FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas mendorong Ikatan Santri Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo (IKSASS) Rayon Banyuwangi untuk terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan warga Banyuwangi. ”IKSASS sebagai salah satu jaringan alumni pesantren yang cukup besar, harus menjadi pendorong utama sektor pendidikan,” harap Anas saat menghadiri pembukaan MUBES IX IKSASS di Kecamatan Kalibaru pekan lal.

Alumni Salafiyah Syafi’iyah, lanjut Anas, banyak yang memiliki kompetensi yang memadai untuk menjadi penggerak di bidang pendidikan. Baik pendidikan agama maupun non-agama, baik formal maupun non-formal. ”Dari pendidikan keagamaan, Salafiyah Syafi’iyah tidak lagi diragukan kualitasnya sebagai pesantren besar di Jawa Timur. Begitu pula pendidikan umumnya. Dengan peresmian Universitas Ibrahimy, menjadi penanda penting pendidikan yang komprehensif,” papar Anas. 

Lebih lanjut Anas meminta, IKSASS bersama pemerintah menjadi inovator di tengah berbagai problema pendidikan agama. Saat ini, anak mondok tidak seperti dulu yang relatif cukup lama. Namun, masanya mengikuti lama waktu sekolahnya yang rata-rata hanya tiga tahun. ”Ini perlu inovasi pendidikan keagamaan yang lebih ringkas,”terangnya. 

Inovasi dalam pengajaran ilmu gramatika bahasa Arab (nahwu dan shorof) menjadi sesuatu yang dicontohkan Anas. Dengan penguasaan gramatika bahasa Arab yang kuat, bisa menjadi pintu gerbang untuk menguasai khazanah keagamaan yang lebih luas. 

Selain itu, Anas juga meminta kepada segenap anggota IKSASS untuk terlibat aktif di dalam berdakwah di media sosial. Medsos saat ini menjadi elemen penting manusia untuk mencari referensi. Termasuk dalam masalah keagamaan. 

”Pesantren dengan dakwahnya yang moderat dan nasionalistik, perlu merambah dunia medsos. Jangan sampai YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya dikuasai ajaran-ajaran Islam yang syarat kebencian dan menebar permusuhan,” tukas Anasnya

Sementara itu, dalam proses pemilihan ketua umum, Munib Sholeh akhirnya terpilih kembali. Sebelumnya, Munib menolak untuk dipilih lagi namun dalam proses pemilihan peserta Mubes menghendaki tampil lagi.

Dalam proses pemilihan, ada tiga nama yang mendapatkan suara paling besar. Yakni Aso Syamsuddin, Munib Sholeh, dan Muhammad Isfironi.

Sebelum ditetapkan menjadi ketua terpilih, tiga nama itu diseleksi lagi melalui proses salat istikharah yang dipimpin langsung KHR Azaim Ibrahimy. Setelah melalui proses salat istikharah, maka Munib akhirnya ditetapkan sebagai ketua umum. ”Tiga panitia melakukan salat istikharah, hasilnya Pak Munib yang terbaik untuk memimpin IKSASS empat tahun ke depan,” ujar Ketua Panitia Lokal H Muhammad Yamin. (afi)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia