Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Lulusan Berprestasi Untag pada Wisuda XXXIV

Andi Bidik Kursi CPNS, Riska Lanjut Jenjang Master

14 Mei 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

BERSAMA REKTOR: (dari kiri) Riska Agustina, Andang Subaharianto, dan Andi Pradana usai wisuda di kampus Untag 1945 Banyuwangi, Sabtu lalu (12/5).

BERSAMA REKTOR: (dari kiri) Riska Agustina, Andang Subaharianto, dan Andi Pradana usai wisuda di kampus Untag 1945 Banyuwangi, Sabtu lalu (12/5). (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

Duet Andi Pradana dan Riska Agustina patut menjadi teladan. Kerja keras dan semangat pantang kendur berhasil mengantarkan keduanya sebagai wisudawan berprestasi Untag Banyuwangi. Andi wisudawan terbaik. Sedangkan Riska lulusan tercepat.

Momen sakral berlangsung di auditorium kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi Sabtu pagi (12/5). Kala itu, perguruan tinggi yang mengusung jargon Taat Asas dan Penuh Prestasi, tersebut tengah menyelenggarakan prosesi Wisuda XXXIV Periode 2 Tahun Akademik 2017/2018.

Sebanyak 107 mahasiswa asal 12 program studi di kampus merah putih menjalani prosesi wisuda sarjana. Momentum tersebut memberikan kebahagiaan berlipat bagi Andi Pradana, 25, dan Riska Agustina, 23. Betapa tidak, selain resmi menyandang predikat Sarjana Strata satu (S-1), keduanya juga dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi.

Andi meraih predikat sebagai wisudawan terbaik. Dia berhasil mencatatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 4,0. Artinya, lulusan Prodi Akuntansi di Fakultas Ekonomi (FE) Untag tersebut mendapat nilai “A” pada seluruh mata kuliah yang diambil.

Sedangkan Riska dinobatkan sebagai lulusan tercepat. Alumnus Prodi Administrasi Negara/Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu berhasil menuntaskan studi “hanya” dalam waktu 3 tahun lima bulan.

Padahal, jalan yang harus dilalui Andi untuk bisa menempuh studi di perguruan tinggi cukup berliku. Setelah lulus dari SMK 1 Banyuwangi tahun 2010, dia sempat merantau ke Bali. Hasil bekerja di Pulau Dewata itu dia tabung untuk mendaftar kuliah.

Setelah kerja di Bali, Andi pulang ke Banyuwangi. Namun kali ini dia tidak langsung kuliah. Dia kembali bekerja. Kali ini di salah satu toko plastik di Banyuwangi.

Karena biaya untuk kuliah dirasa belum cukup, Andi mengajukan proposal bantuan ke Pemkab Banyuwangi. “Ternyata berhasil. Saya mendapat beasiswa semacam Banyuwangi Cerdas di tahun 2014. Dana bantuan itu saya manfaatkan untuk mendaftar, membayar biaya pengembangan, dan biaya kuliah selama satu semester,” ujar putra pasangan Sunjoto dan Mariyah tersebut.

Sejak awal kuliah, Andi lantas memilih berhenti bekerja di toko plastik. Pria asal Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, ini ingin berkonsentrasi menyelesaikan studi. Selama kuliah, saya full study. Syukur. Saya bisa menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun enam bulan,” tuturnya.

Setelah lulus kuliah, Andi kini mengejar cita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Karena itu, saya ingin mengikuti seleksi CPNS di Banyuwangi,” akunya.

Sementara itu, cerita Riska juga tidak kalah epic. Meski kuliah sambil bekerja sebagai PNS di Aviation Security (Avsec) Bandara Banyuwangi, dia berhasil menuntaskan studi jenjang S-1 “hanya” dalam waktu tiga tahun lima bulan.

Hebatnya lagi, Riska menyelesaikan kuliah dalam waktu yang relatif singkat tanpa “mengorbankan” prestasi akademiknya. Buktinya, IPK putri pasangan Sudjatmiko dan Endang Rini Purjani, ini mencapai 3,77.

Riska menuturkan, kunci keberhasilan menyelesaikan studi sembari bekerja adalah kepiawaian mengatur waktu. “Selain itu, harus punya kemauan dan tekad untuk tidak mengorbankan pekerjaan atau kuliah,” ujarnya.

Menyandang predikat Sarjana, kini Riska membidik gelar master. “Rencana ke depan saya ingin lanjut kuliah Strata 2,” pungkasnya.

(bw/sgt/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia