Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Keramik Kuno Ditemukan di Sawah

05 Mei 2018, 17: 45: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

TEMUKAN: Adi Suwardi menunjukan hasil temuan benda kuno di area persawahan miliknya di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, kemarin (4/5).

TEMUKAN: Adi Suwardi menunjukan hasil temuan benda kuno di area persawahan miliknya di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, kemarin (4/5). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

SEMPU - Warga yang tinggal di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, dihebohkan dengan penemuan puluhan keramik kuno, kemarin (4/5). Barang langka itu, ditemukan di persawahan.

Orang yang kali pertama menemukan barang antik itu adalah Adi Suwardi, 42, warga Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, yang juga pemilik sawahy. Adi bersama Budi Wijayanto salah satu tim ahli cagar budaya (TACB) Banyuwangi, menemukan puluhan benda bersejarah itu terkubur di bawah tanah sedalam 40 centimeter. “Banyak benda kuno,” katanya.

Adi menyebut pada tahun 1980-an, kakeknya juga pernah menemukan barang-barang kuno itu. Untuk mengungkap, maka dia mengajak TACB Banyuwangi untuk menyusuri lagi. “Kita bareng-bareng menggali lagi,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan itu ternyata membuahkan hasil, setelah daerah di persawahan itu dideteksi menggunakan metal detector, ternyata ditemukan benda keras semacam bejana yang terbuat dari perunggu. Di dalam benda itu, berisi benda-benda kuno. Ada barang kuno itu, Adi bersama TACB Banyuwangi langsung melakukan penggalian. Dan hasilnya, ditemukan sejumlah barang-barang yang belum diketahui sejak kapan tertimbun di sawah tersebut. “Banyak jenis barang temuan, setelah isi bejana dibongkar di dalamnya ada mangkuk tembaga, piring besar, dua buah cawan keramik kecil, satu buah cepuk keramik, dan satu buah guci keramik kecil,” ungkapnya.

Menurut Adi, barang kuno yang ditemukan oleh kakeknya itu dulu dijual. Untuk saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi sudah mendata temuan benda kono tersebut. “ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi belum memberi kompensasi apa pun. Barang saya simpan di rumah saya, jika ada yang berminat, akan saya jual,” katanya.

Semetara itu, tim TACB Banyuwangi Budi Wijayanto menjelaskan keramik yang ditemukan di sawah itu berasal dari Dinasty Qing yang berkuasa pada 1644-1911 M. Porcelain hasil temuan itu, sebenarnya tidak begitu tua jika di banding yang sering ditemukan warga Banyuwangi. “Sebelumnya juga pernah ditemukan benda yang sama, tapi umurnya lebih tua dari Dinasty Ming 1368- 1644 M, pernah juga ada penemuan benda kuno yang berasal dari Dinasty Song 1260-1279 M,” ungkapnya.

Penemuan benda zaman Dinasty Qing, terang dia, itu sudah dilaporkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi secara lisan. Untuk saat ini, TACB Banyuwangi sedang menyusun dan melengkapi deskripsi temuan benda kuno tersebut. “Benda temuan masih disimpan di rumah Adi Suwardi sebagai pemerakarsa pencarian dan pemilik lahan,” cetusnya.

Ahli porcelain, Warsito, mengatakan jika cover box atau cepuk tempat obat/bedak yang ada tulisan China, itu sangat langka. Tulisannya yang terukir di atas cepuk, itu berarti soul atau jiwa. “Menurut ungkapan orang China mempunyai makna long life atau panjang umur,” tandasnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia