Rabu, 22 Jan 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Baru 3.506 Disabilitas Terdata di AKP

01 Mei 2018, 09: 39: 25 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Baru 3.506 Disabilitas Terdata di AKP

(JAWAPOS.COM)

Share this          

SITUBONDO – Tidak semua penyandang disabilitas di Situbondo yang sudah sudah terdata di Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP). Data dari Bappeda Situbondo, sampai saat ini, ada 3.506 penyandang disabilitas yang masuk AKP.

Kabid Sosbud Bappeda, Susmanta Asmuri mengatakan, dengan jumlah yang hanya tiga ribuan ini, berarti masih ada disabilitas yang belum terdata. “Karena data ini masih sangat kecil sekali,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin.

Menurut Susmanta, ada beberapa penyebab masih adanya disabilitas belum masuk data (AKP). Kemungkinan pertama, anggota keluarganya merasa malu memasukkan keluarganya yang cacat. “Karena pada form pendataan itu sudah ada jenis-jenis difabel yang harus terisi,” jelasnya.

Artinya, jika di form tersebut diisi, secara otomatis anggota keluarga yang difabel akan masuk dalam data AKP. Sebaliknya, jika tidak diisi (padahal di dalam keluarganya ada disabilitas), maka di AKP tidak akan terdata. “Mungkin saja keluarganya malu,” tambah Susmanta.

Kemungkinan kedua, petugas pendataan tidak turun langsung. Atau bisa saja ketika mendata jumlah masyarakat miskin, tidak terlalu detail. “Yang jelas, pemerintah menginginkan semua disabilitas itu masuk di data AKP,” ujarnya.

Susmanta menerangkan, data yang ada saat ini masih dalam proses validasi. Karena itu, masih terbuka peluang untuk dilakukan perbaikan. “Kita sudah minta teman-teman PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas) untuk ikut melakukan validasi,” imbuhnya.

Dia mengaku, data AKP ditetapkan pada tanggal 31 Mei nanti. Dengan begitu, masih ada waktu validasi satu bulan lagi. Saat ini, masih dalam tahap publikasi dan verifikasi daftar rumah tangga miskin sementara.

Sementara itu, jumlah disabilitas paling sedikit masuk AKP di Kecamatan Mangaran. Jumlah yang terdata hanya 37 orang. Hanya dua desa di Kecamatan Mangaran yang ada disabilitasnya. Yaitu di Desa Semiring dan Desa Mangaran.

“Sedangkan desa-desa yang lain masih kosong. Inilah yang harus divalidasi, karena tidak menutup kemungkinan di desa yang lain di Kecamatan Mangaran ada penyandang disabilitas,” jelas Susmanta.

Sedangkan kecamatan terbanyak adalah Banyuptih yang mencapai 664 disabilitas. Diikuti Kecamatan Panji (378 disabilitas), Kecamatan Panarukan (372), serta Kecamatan Asembagus (331). (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia