Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Komunitas Gowes Republik Onthel Sukodono

Yang Penting Happy, Usung Semangat Seduluran Selawase

23 April 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

MINGGU SEHAT:  Rombongan gowes asal Dusun Sukodono, Desa Aliyan melintasi tanjakan di Singojuruh, kemarin (22/4).

MINGGU SEHAT: Rombongan gowes asal Dusun Sukodono, Desa Aliyan melintasi tanjakan di Singojuruh, kemarin (22/4). (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

Beragam cara dilakukan untuk menjaga kesehatan, kerukunan, dan kebersamaan warga. Salah satunya melalui kegiatan mancal bareng. Warga sekampung di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi gowes bareng dengan menggunakan sepeda jengki.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.00. Puluhan warga dengan mengenakan seragam kaus warna merah kombinasi warna putih dengan semangat mengayuh sepeda di jalan raya Singojuruh. Mereka berbaris dengan rapi di sebelah kiri jalan.

Aktivitas mancal bareng itu tidak hanya diikuti oleh para orang tua. Akan tetapi diikuti mulai dari anak-anak, remaja, dan pemuda. Laki-laki dan perempuan semuanya tampak bersemangat mengayuh pedal di jalan raya dengan tetap menjaga ketertiban.

Para penghobi gowes itu adalah warga satu dusun yang tinggal di Dusun Sukodono, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Hampir setiap sekali dalam sepekan, yakni setiap hari Minggu. Puluhan warga selalu rutin menggelar mancal bareng.

Uniknya, rata-rata sepeda yang digunakan adalah sepeda jengki yang merupakan sepeda kayuh kedaluwarsa (kuno). Salah satu perwakilan warga, Sumawan, 51, mengatakan, kegiatan gowes bareng itu muncul dengan mendadak sejak enam bulan lalu.

Awalnya hanya diikuti oleh sekitar 15 orang saja. Namun seiring berjalannya waktu, kini seluruh warga di Dusun Sukodono. Bahkan, kini warga satu desa di Desa Aliyan juga telah memiliki paguyuban yang sama.

”Semuanya menggunakan sepeda jengki. Karena memang harganya murah dan nyaris punah,” ungkapnya

Anggota pedal city tersebut tidak hanya orang tua, melainkan juga pemuda dan remaja. Selama gowes bareng, mereka kom­pak berbaris dua sepeda menuju tempat tujuan yang telah disepakati. ”Tujuan kami hanya untuk mengolahragakan masyarakat, dan memasyarakatkan olahraga,” timpal Suliswandiawati, 35, penggowes lainnya.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan gowes bareng itu kini juga berdam­pak terhadap jalinan rasa kebersamaan dan memupuk kerukunan dan kekeluargaan. Tidak hanya saat mancal bareng, melainkan dalam setiap kegiatan sehari-hari semua warga juga kompak dan rukun.

Setiap kali ada acara gowes bareng, sudah ada bagian teknisi bengkel yang ahli juga ikut mancal. Tak lupa, sejumlah peralatan seperti engkol, obeng, tang, dan peralatan lainnya juga telah dipersiapkan. Termasuk di antaranya adalah pompa angin manual. “Jadi jika ada sepeda yang mengalami gangguan atau rusak, langsung kita betulkan,” jelasnya.

Sulis mengaku senang bisa bergabung dengan Komunitas Republik Onthel Suko­dono atau ROS di dusunnya. Karena hal itu sangat bermanfaat baginya, yang setiap hari bekerja dan jarang bertemu dengan ma­syarakat. ”Dengan ikut mancal ini, selain berolahraga juga bisa berkumpul warga sekampung,” bebernya.

Gowes bareng tersebut rutin dilakukan setiap hari Minggu mulai siang hingga sore hari. Rutenya ditentukan oleh koordinator dengan jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu jauh seperti di antaranya mengunjungi ruang terbuka hijau (RTH), pantai, dan tempat destinasi wisata menarik.

Untuk konsumsi, selain bawa bekal sendiri-sendiri, mereka terkadang juga urunan Rp 2.000 untuk membeli konsumsi seperti air minum, dan makanan ringan yang disantap bersama-sama ketika sampai di tempat tujuan. “Intinya cari sehat dan senang. Yang penting happy dan seduluran selawase,” imbuh Sucipto warga lainnya.

Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo mengaku senang dan mengapresiasi warganya yang memiliki komunitas sepeda pancal tersebut. Total di desanya ada sedikitnya 500 orang warga yang ikut dalam kegiatan gowes tersebut. “Masing-masing dusun punya komunitas sendiri-sendiri,” katanya.

Dengan ada komunitas gowes tersebut, ma­syarakatnya dia justru terbantu karena lebih mudah berkoordinasi dan berko­munikasi dengan warga. Tak lupa dia selalu memberikan wawasan agar menjaga keter­tiban allu lintas di jalan. “Sudah kami upaya­kan untuk pemberian seragam dari pihak ketiga, dan sudah terakomodir,” tandasnya.

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia