Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Hindari Kecurigaan, Klub Laris Diberi KTA Perpani

17 April 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

ANGGOTA ASLI: Belasan Anggota Klub Panahan Lare Islam (Laris) diberi KTA oleh Perpani Banyuwangi.

ANGGOTA ASLI: Belasan Anggota Klub Panahan Lare Islam (Laris) diberi KTA oleh Perpani Banyuwangi. (DOK. RABA)

BANYUWANGI – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Banyuwangi memberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada le­bih dari 15 anggota klub Pana­han Lare Islam (Laris), Sabtu (14/4) lalu. Hal ini dilakukan in­­duk cabor panahan Banyu­wa­ngi itu untuk membendung kecurigaan warga terhadap akti­vitas yang dilakukan klub yang berlokasi di Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, tersebut.

Ketua Perpani Banyuwangi Budi Wijayanto mengatakan, klub ini sebenarnya sudah resmi menjadi anggota Perpani Banyu­wangi sejak 2017 lalu. Namun, karena terus bertam­bahnya anggota dari klub ini, beberapa dari mereka belum memiliki KTA resmi dari Perpani Banyu­wangi. Sehingga Perpani pun memberikan KTA untuk mem­perkuat jaminan jika aktivitas para pemanah tersebut berada da­lam pengawasan Perpani Ba­nyu­wangi.

”Beberapa waktu lalu saat mereka berlatih, ada warga ber­sama RT dan RW setempat yang menghentikan aktivitas mereka. Karena khawatir kegiatan tersebut ilegal dan meresahkan. Karena itu kita berikan mereka KTA,” terang Budi.

Dia menambahkan, secara umum kegiatan latihan yang dilakukan klub Laris tidak ada bedanya dengan aktivitas yang dilakukan para atlet panahan pada umumnya. ”Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi mereka anggota Perpani yang terdaftar dan mengikuti arahan Perpani,” tegasnya.

Selain diberi KTA, kata Budi, ang­gota Laris juga dibina terkait dengan pedoman keselamatan memanah, teknik dasar mema­nah, dan pemeliharaan peralatan memanah. Hal itu sesuai dengan standar dari klub-klub panah yang berada di bawah naungan Perpani.

Dikatakan, meski klub Laris lebih condong menunjukkan eksis­tensinya sebagai sarana ibadah dan hobi, namun jika ada bakat, Perpani tidak segan menarik mereka untuk menjadi atlet Perpani. ”Kegiatan panahan tra­disional memang sedang men­jamur dan diminati ma­sya­rakat. Ini justru mengun­tungkan kita karena semakin ada banyak atlet. Apalagi tahun ini panahan juga dipertandingkan di Porkab,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia