Rabu, 14 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Hadapi Kejurnas, 7 Peselam Digembleng

Kamis, 12 Apr 2018 15:15 | editor : Bayu Saksono

PERSIAPAN KEJURNAS: Atlet POSSI Banyuwangi yang akan turun di Kejurnas Selam 2018 di Singaraja Mei mendatang, berlatih di kolam renang GOR Tawangalun kemarin (11/4).

PERSIAPAN KEJURNAS: Atlet POSSI Banyuwangi yang akan turun di Kejurnas Selam 2018 di Singaraja Mei mendatang, berlatih di kolam renang GOR Tawangalun kemarin (11/4). (FREDY RIZKI/RABA)

GIRI – Usai menggondol dela­pan me­dali emas di Kejurda Se­lam 2018, POSSI Banyuwangi kini fokus untuk menyiapkan atletnya yang akan di kirim ke Ke­jurnas Selam. Ada tujuh atlet yang sudah mulai digembleng untuk diper­siap­kan di kejuaraan tahunan itu.

Ketua POSSI Banyuwangi Yusuf Widodo mengatakan, ketujuh atlet yang masuk kontingen Jatim untuk turun di Kejurnas Selam itu adalah mereka yang mempe­roleh medali emas di Kejurda. Se­benarnya hanya enam anak saja yang memperoleh emas. Te­tapi karena salah satu atlet, yaitu Shakila, memiliki catatan waktu yang tipis dengan peraih medali emas, maka dia pun ikut masuk dalam kontingen yang akan ber­tanding di Kejurnas.

”Kuotanya terbatas hanya untuk yang juara satu saja di setiap kelas Kejurda kemarin. Atlet-atlet kita masuk bagian dari kontingen Jatim. Biasanya hanya didominasi kota besar seperti berstatus atlet titipan Pengprov POSSI Jatim yang dilatih di Banyuwangi.

Karena dalam Kejurnas nanti mereka menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pengprov POSSI. Selain bertanggung jawab melatih, Pengkab POSSI Banyuwangi me­nurut­nya juga harus memberikan materi yang lebih daripada latihan regular. Karena ada catatan waktu yang ditarget pengprov untuk bisa tetap dipertahankan para atlet.

”Catatan waktu di Kejurda Jatim kemarin sebenarnya sudah banyak yang melampaui catatan waktu di Kejurnas tahun lalu. Maka dari itu harus tetap di jaga, kita juga diminta berinovasi agar kemam­puan atlet bisa terus naik,” im­buh­nya. Dalam sehari, para atlet yang dipersiapkan untuk Kejurnas ini menurutnya mendapat porsi latihan dua kali.

Berbeda dengan jadwal regular yang hanya dibebankan empat kali dalam satu minggu. Pola ini menurutnya akan terus diterapkan hingga mendekati tanggal Kejurnas yaitu pada 12 Mei mendatang di Kabupaten Singaraja, Bali. ”Kita terbantu dengan sekolah yang cukup kooperatif. Mereka mem­berikan dispensasi latihan. Jadi pagi sebelum jam sekolah anak-anak berlatih dulu,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang target, pensiunan TNI AL itu mengatakan mematok tujuh emas. Jadi setiap atlet minimal bisa membawa satu medali emas untuk Jatim. ”Paling lawan kita nanti yang berat sesama Jatim. Kalau daerah lain kita rasa belum terlalu berat. Patokan saya dari catatan waktu saja. Kalau tuan rumah mungkin atlet dari Bangli yang cukup berat. Kebetulan dulu saya yang sempat melatih,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia