Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Siswa Difabel Bergembira Ikuti Lomba

10 April 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

ATRAKSI: Peserta Pantomim sebelum tampil dalam ajang lomba.

ATRAKSI: Peserta Pantomim sebelum tampil dalam ajang lomba. (GERDA SUKARNO/RABA)

SONGGON – Anak atau siswa ber­kebutuhan khusus ternyata juga memiliki talenta yang tidak boleh diremehkan. Para difabel ini mengikuti Pekan Olahraga (POR) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang dipusatkan di Kecamatan Songgon.

Pembukaan ajang olahraga dan seni bagi difabel ini berlangsung di Lapangan Songgon yang dibuka langsung oleh Kepala Bidang Se­kolah Dasar Dinas Pendidikan (Kabid SD Dispendik) Banyuwangi Hamami, kemarin (9/4).

Sebanyak 500 siswa difabel dari SD hingga SMP mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya berlomba tetapi juga bergembira. Karena sesuai dengan tujuan kegiatan ini, disampaikan oleh Ketua Panitia Sugiartono bahwa semua ini dalam rangka upaya pengembangan diri bagi difabel. ”Pengetahuan dan Pengalaman yang seimbang yang disesuaikan dengan kete­rampilan dan skill masing-masing individu,” ujar Sugiartono.

PEDULI DIFABEL: Kabid SD Dispendik, Muspika Songgon, beserta koordinator SD se-Banyuwangi.

PEDULI DIFABEL: Kabid SD Dispendik, Muspika Songgon, beserta koordinator SD se-Banyuwangi. (GERDA SUKARNO/RABA)

Adapun lomba yang dilaksanakan di POR adalah lomba lari 80 dan 100 meter, bulu tangkis, balap kursi roda, catur dan bocce. Se­dang­kan perlombaan dalam FLS2N adalah tari Banyuwangi, penyanyi tunggal, melukis, pan­tomim, dan MTQ. Tempat per­lombaan terbagi di kantor Keca­matan Songgon, Kantor Desa Song­gon, Kantor bekas UPTD, la­pangan Songgon dan Masjid Songgon.

Masih menurut Sugiartono, para peserta difabel yang menang akan dijadikan duta Banyuwangi me­nuju tingkat provinsi.

Sementara itu, Kabid SD Dis­pen­dik Banyuwangi Hamami me­ngatakan, semua pihak harus peduli kepada para difabel. ”Se­kolah-sekolah juga harus peduli kepada para difabel. Satu rombel (rombongan belajar) ada empat difabel. Termasuk tempat dan kantor-kantor pemerintahan harus ramah kepada difabel,” kata Hamami.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia