Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Pesantren Pembentuk Karakter Anak

06 April 2018, 17: 30: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

NOSTALGIA: Jenderal (Purn) Moeldoko saat menghadiri haul KH Mukhtar Syafaat di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Rabu (4/4).

NOSTALGIA: Jenderal (Purn) Moeldoko saat menghadiri haul KH Mukhtar Syafaat di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Rabu (4/4). (AGUS BAIHAQI/JPRG)

Share this          

TEGALSARI - Kepala Staf Kepre­sidenan RI, Jenderal (Purn) Moel­doko mengaku senang diutus oleh Presiden RI Joko Widodo, untuk hadir dalam haul pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pe­santren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, KH Mukhtar Syafaat Abdul Gofur yang ke-28 pada Rabu (4/4).

Hanya saja, Moeldoko mengaku sempat bingung karena kehabisan tiket pesawat untuk terbang ke Ba­nyuwangi. “Akhirnya saya cari-cari pinjaman pesawat dan dapat,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam haul di Pesantren Darussalam, Blokagung.

Moeldoko mengaku tidak asing dengan kehidupan di pesantren. Sebab, semasa kecil dirinya juga hidup seperti para santri yang tidur di masjid. “Saya ini asli anak desa dari keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.

Saat masih kecil, terang dia, dia tiap malam tidur di sebuah musala kecil bersama teman-temannya di kampung. Tidur di musala itu, tanpa batal dan beralas tikar. “Saya dulu musalanya kecil, di Blokagung masjidnya besar dan bagus,” ungkapnya.

Seperti anak kecil lainnya, Moel­doko mengaku saat di musala itu belajar ilmu agama. Saat belajar, tidak jarang oleh gurunya dipukul dengan kayu. “Guru saya itu nama­nya kiai Slamet, dulu kalau tidak bisa ya dipukul dan tidak ada yang marah, tidak kayak sekarang anak­nya dijewer teli­nganya saja bapaknya lapor polisi,” cetusnya disambut tepuk tangan jamaah yang hadir.

Dari pengalaman yang dijalani itu, Moeldoko menyebut pesantren itu sangat penting dalam pemba­ngunan bangsa. Sebab, di pe­santren itu menjadi pembentuk karakter yang bagus. “Yang di pesantren ayo giat belajar,” ajaknya.

Selama ini, masih kata dia, tidak sedikit dari pemimpin yang ada di negeri ini dulunya belajar dari pesantren. Makanya, para santri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung harus belajar yang keras agar bisa menjadi pemimpin bangsa. “Saya doakan dari santri Darussalam Blokagung ada yang menjadi menteri atau malah presiden,” katanya.

Pada para kiai yang hadir, Moel­doko mengaku ada titipan dari Presiden Joko Widodo untuk ba­reng-bareng menjaga keutuhan Negara, dan memerangi berita hoax. “Berita hoax itu berupaya mengadu, maka mari kita hadapi bersama,” ajaknya. (*)

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia