Selasa, 18 Jun 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Kiai Syafaat

05 April 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

PADAT: KH M Hasyim Syafaat (tengah pegang mik) didampingi para kiai sepuh memimpin dzikru syafaah dalam haul masyayikh KH Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur yang ke-28 di halaman Pesantren Darussalam Blokagung, kemarin (4/4).

PADAT: KH M Hasyim Syafaat (tengah pegang mik) didampingi para kiai sepuh memimpin dzikru syafaah dalam haul masyayikh KH Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur yang ke-28 di halaman Pesantren Darussalam Blokagung, kemarin (4/4). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

TEGALSARI - Haul pendiri dan pe­ngasuh Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, KH Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur yang ke-28, berlangsung semarak, kemarin (4/4).

Dua menteri yang dijadwalkan akan hadir dalam acara itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, batal hadir.

Meski kedua menteri itu gagal hadir, tapi acara haul yang sudah menjadi agen­da rutin setiap tahun di pesantren terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu, berlangsung semarak. Apalagi, Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (purn) Moeldoko akhirnya hadir menggantikan kedua menteri tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Darus­salam, KH Ahmad Hisyam Syafa’at dalam sambutannya mengatakan keha­diran dua menteri itu akan disambut meriah oleh para jamaah. Tapi karena ada kepentingan mendadak, kedua pembantu Presiden Joko Widodo itu membatalkan kunjungannya. “Para jamaah tidak kecawa, acara haul tetap berjalan dengan lancar tanpa ada kendala,” ujarnya.

Dalam haul itu, ribuan jamaah sempat membacakan dzikru syafaat yang dipimpin KH M Hasym Syafaat. Selain itu, untuk tausiyah menghadirkan Habib Abu Bakar Asseghaf dari Kabupaten Pasuruan. KH Abdul Gofar dari Rogo­jampi, juga diminta untuk memberi tausiyah. “Saya ini santrinya mbah yai Syafaat, kalau sudah di Blokagung titel kiai hilang, saya ya jadi santri lagi,” cetus Kiai Gifar mengawali ceramahnya.

Salah satu jamaah, Darmanto, 45, asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, mengaku tidak pernah absen mengikuti acara haul yang digelar setiap tahun itu. Sebab, kegiatn itu dianggap sangat bermanfaat dan menambah keimanan kepada Allah. “Kita mengenang per­juangan almarhum KH Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur,” katanya. (*)

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia