Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Kondisi Korban Terbakar mulai Membaik

20 Maret 2018, 16: 30: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

MELEPUH: Adi Setiawan dengan luka bakar disekujur tubuhnya masih dalam perawatan di RS Al Huda Genteng, kemarin (19/3)

MELEPUH: Adi Setiawan dengan luka bakar disekujur tubuhnya masih dalam perawatan di RS Al Huda Genteng, kemarin (19/3) (BAGUS RIO/JPRG)

SEMENTARA itu, tiga korban kecelakaan yang mengalami luka bakar cukup serius, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari tiga korban itu, dua dirawat di RS Al Huda Genteng, yakni Hari Estiono, 52, dan anaknya, Adi Setiawan, 17, warga Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo

Sedang satu lainnya yang menjalani perawatan di Klinik Desa/Kecamatan Tegaldlimo, itu adalah Kawit, 60, warga Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo. “Yang dirawat di RS Al Huda dua pasien, kondisinya melepuh di seluruh badan,” terang salah satu perawat di RS Al Huda Genteng, Irawati.

Menurut Irawati, kedua pasien itu masih harus menjalani perawatan. Kondisi luka bakar yang dialami cukup parah. “Mengalami luka bakar sekitar 40 sampai 50 persen, sekarang sudah membaik,” katanya.

Salah satu korban kebakaran, Adi Setiawan mengaku saat kejadian dirinya ikut terbakar, bapaknya dan pengendara motor yang menabrak juga juga terbakar. “Diselamatkan warga dengan menyiramkan air,” katanya.

Saat terbakar itu, terang dia, semua pakaian yang dikenakan terbakar. Api membesar saat kedua motor meledak. “Saat motor meledak kami maish disekitar motor, apinya semakin besar,” ungkapnya.

Setelah menjalani perawatan di di RS Al Huda Genteng, kondisinya semakin baik. Luka bakar pada tubuhnya, juga sudah mulai kering. “Bapak juga sudah membaik, mungkin sepekan lagi bisa pulang,” katanya.

Bagaimana dengan kondisi Kawit, 60. Warga Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, yang juga terbakar dan dirawat di Klinik Tegaldlimo, juga sudah mulai membaik. Hanya saja, kaki dan tangan masih diperban karena terluka bakar. “Yang parah itu kaki dan tangan,” cetus Surati, 48, salah satu anggota keluarga Kawit.

Menurut Surati, saudaranya itu masih dalam perawatan. Dibanding saat masuk rumah sakit, kondisinya sudah membaik. “Hanya balutan perban belum bisa dibuka karena masih melepuh,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tabrakan antara motor Suzuki Shogun dengan motor Honda Supra 125, terjadi di jalan raya Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu (18/3). Dua motor yang tabrakan itu, akhirnya hangus terbakar.

Beruntung dalam kecelakaan itu tidak sampai menelan korban jiwa, tapi pengendara kedua motor mengalami luka bakar dan dilarikan ke Klinik di Tegaldlimo. Karena lukanya yang serius, akhirnya dirujuk ke RS Al Huda Genteng. “Pengendara motor terluka bakar,” terang Kanitlantas Polsek Muncar, Iptu Kateno.

Tabrakan dua motor yang akhirnya terbakar itu, terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu, motor Suzuki Shogun dengan nomor polisi P 5862 WK yang dinaiki Kawit, 60, warga Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, melaju dari arah barat. Motor ini membawa tiga jerigen berisi Pertamax.

Setiba di lokasi kejadian, Kawit tancap gas karena ingin menyalib mobil pikap. Tapi sial, Kawit terlalu ke kanan hingga menabrak motor Honda Supra 125 dengan nomor polisi P 3227 UR yang dinaiki Hari Estiono, 52 dan Adi Setiawan, 17, keduanya warga Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. “Tabrakan adu moncong,” terangnya. (*)

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia