Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

RS Al Huda Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

20 Maret 2018, 08: 50: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

ALAT PEMADAM: Karyawan RS Al Huda mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja.

ALAT PEMADAM: Karyawan RS Al Huda mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja. (RS AL HUDA FOR JAWAPOS.COM)

GENTENG - Sebagai Rumah Sakit (RS) terakreditasi Paripurna, pelayanan berfokus pada keselamatan pasien tidak boleh diabaikan. Termasuk pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sumber Daya Manusia. Hal itu terbukti  dengan diselenggarakannya Pelatihan K3, beberapa waktu yang lalu di RS Al Huda Genteng.

“Acara yang dimotori oleh Tim K3 RS tersebut dilakukan agar setiap karyawan memahami bagaimana risiko potensi bahaya yang terjadi dari setiap aktivitas kerjanya”, ujar Direktur RSAH, dr Indiati MMRS.

Menurut Indiati, ada tiga hal pokok yang perlu diterapkan di lingkungan kerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui Sistem Manajemen. Yang pertama adalah kepatuhan terhadap aturan dan standar prosedur operasional (SPO). Kedua,  penyediaan Sarana dan Prasarana K3 dan pendukungnya. Yang ketiga adalah Reward and punishment terhadap penerapan K3 kepada karyawan.

Ketua K3 RS Al Huda, dr. Soegeng HP MMRS mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya agar setiap karyawan mampu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkungan kerjanya masing-masing. Hal ini, kata dia, selaras dengan Undang-undang RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 Ayat 2. Pasal tersebut berbunyi, untuk melindungi keselamatan pekerja/ buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.

“Upaya pencegahan menjadi faktor kunci untuk pengendalian bahaya di tempat kerja, sedikitnya ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan; (a) Pemantauan dan pengendalian kondisi tidak aman ditempat kerja, (b) Pemantauan dan pengendalian tindakan tidak aman ditempat kerja,” ujar Soegeng.

Pelatihan K3 kali ini diikuti oleh Seluruh Karyawan RSAH, baik medis maupun non medis, termasuk seluruh jajaran manajerial seperti direktur juga ikut terlibat. Dengan dipandu oleh instruktur berkompeten, antusiasme peserta pelatihan sangat nampak dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sesuai fokus materi dan penerapannya di lapangan.

Indiati menambahkan, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan saat bekerja, diperlukan latihan rutin berkelanjutan. Sehingga insting karyawan terhadap kewaspadaan kecelakaan kerja terasah dengan baik. ‘’Dengan begitu, karyawan aman, pasien dan keluarga aman, serta semua pengunjung RSAH merasa aman. Tentunya, hal ini tidak terlepas dengan keberadaan petugas berkompeten dibidang K3,” pungkasnya.(bay)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia