Kamis, 21 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Gelapkan Motor Kreditan, Divonis 1,3 Tahun

19 Maret 2018, 08: 24: 41 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TAK PATUT DITIRU: Terdakwa penggelapan motor kreditan milik FIF, Eko Wahyudi divonis hukuman 1,3 tahun penjara.

TAK PATUT DITIRU: Terdakwa penggelapan motor kreditan milik FIF, Eko Wahyudi divonis hukuman 1,3 tahun penjara. (FIF for JAWAPOS.COM)

Share this          

SITUBONDO – Ini peringatan bagi yang suka menggelapkan motor kreditan. Akibatnya, bisa lama mendekam di sel tahanan. Seperti yang dialami Eko Wahyudi. Pria 29 tahun tersebut diganjar dengan hukuman 1,3 tahun penjara setelah terbukti menggelapkan motor kreditan milik FIF.

Iya, belum lama ini Pengadilan Negeri Bondowoso telah menjatuhkan vonis hukuman penjara kepada Eko Wahyudi. Dia dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah memberikan keterangan palsu dan melakukan penggelapan motor.

Keputusan majelis hakim yang diketuai Khusaeni lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Pantja Edy Setiawan.  JPU sebenarnya menginginkan Eko dihukum 1,6 tahun atau 18 bulan.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Eko Wahyudi telah melanggar pasal 53 UU RI nomor 42 dan pasal 36 UU RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia. Terdakwa juga terbukti melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 KUHP.

Prilaku itulah yang memberatkan terhadap terdakwa. Namun, ada beberapa hal yang meringankan. Di antaranya, Eko Wahyudi berkelakukan baik selama persidangan, serta mengaku semua perbuatannya. “Karena itu, terdakwa divonis kurungan penjara 1,3 tahun atau 15 bulan,” kata Khuseani.

Sementara itu, data yang diperoleh wartawan koran ini, menyebutkan, aksi penggelapan motor kreditan yang dilakukan Eko terjadi pada Agustus 2016 lalu. Kala itu, dia juga melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu terhadap jaminan fidusia. Dia menggunakan KTP orang lain untuk pembelian sepeda motor di FIF Cabang Situbondo Pos Bondowoso.

Terdakwa yang merupakan marketing dealer motor di Bondowoso itu menggunakan KTP Junaedi, warga Bondowoso. Setelah mendapatkan barang, Eko Wahyudi tidak pernah membayar angsuran setiap bulannya. Karena itu, pihak FIF Cabang Situbondo melakukan penagihan kepada Junaedi selaku pemilik KTP.

Saat melakukan penagihan itulah, PT FIF baru mengetahui kalau yang membeli sepeda motor adalah Eko Wahyudi. Sebab, Junaedi memberikan keterangan kepada petugas bahwa dia hanya dipinjami KTP oleh terdakwa untuk pengajuan permohonna pembiyaan.

Dalam perkembanganny, sepeda motor tersebut sudah dipindahtangankan kepada orang lain oleh terdakwa. Sementara itu, akibat kejadian tersebut, PT. FIF Cabang Situbondo Pos Bondowoso mengalami kerugian sebesar Rp.20 juta lebih.

Sementara itu, petugas FIF Situbondo Bagian Recovery, Gandhi mengimbau agar kejadian yang menimpa Eko Wahyudi dijadikan pembelajaran berharga. Masyarakat jangan terlalu mudah meminjamkan KTP. Sebab, bisa saja disalahgunakan.

“Yang paling penting adalah bagaimana  tidak memindahtangankan barang (motor) yang statusnya masih dalam kredit. Sebab, kalau itu masih terjadi, kita tidak akan segan-segan untuk menempuh jalur hukum, dan pelaku harus siap menanggung konsekwensinya,” ancam Gandhy. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia