Selasa, 18 Jun 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Sehari Bisa Jual 40 Unit Emas

12 Maret 2018, 13: 45: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

LOGAM MULIA: Salah seorang pedagang emas menunjukkan perhiasan emas hitam trend 2018 di Pasar Banyuwangi kemarin (11/3).

LOGAM MULIA: Salah seorang pedagang emas menunjukkan perhiasan emas hitam trend 2018 di Pasar Banyuwangi kemarin (11/3). (SIGIT HARIYADI/JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Lonjakan harga emas perhiasan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini, ternyata tidak menyurutkan niat warga untuk belanja perhiasan emas. Dalam sehari, sejumlah pedagang emas di Pasar Banyuwangi mengaku bisa menjual perhiasan emas hingga 40 unit dengan berbagai jenis dan ukuran.

Kenaikan emas perhisan dalam beberapa minggu terkahir melonjak drastis. Lonjakan itu terpantau mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per gram.

(REZA FOR JAWAPOS.COM)

Ketua Paguyuban Pedagang Emas (PPE) jalan Satsuit Tubun Hendra Gunawan mengatakan, harga perhiasan emas berangsur naik sejak sebulan terakhir. Perhiasan emas kadar 70 persen melonjk menjadi Rp 440 ribu per gram kemarin (11/3). Padahal sekitar sebulan lalu, harga perhiasan dengan kadar emas yang sama hanya Rp 410 ribu per gram.

Kecenderungan yang sama juga terjadi pada perhiasan emas kadar 42 persen dan 37,5 persen. Perhiasan emas kadar 42 persen naik harga dari Rp 265 ribu menjadi Rp 285 ribu per kg. Sedangkan perhiasan emas kadar 37,5 persen naik dari Rp 240 ribu menjadi 260 ribu per gram. “Ini terjadi karena harga emas murni atau emas 24 karat alias 99,9 persen naik. Yakni dari Rp 550 ribu menjadi Rp 585 ribu per gram,” ujar pria yang karib disapa Pak Tik tersebut.

Meski lonjakan harga cukup signifikan, pedagang mengaku tren penjualan emas perhiasan tetap stabil sehingga tidak mempengaruhi omzet penjualan. Munculnya tren baru pada awal tahun 2018 ini, kondisi perekonomian warga menjadi pemicu utama stabilnya penjualan emas perhiasan tersebut.

Ding-ding, salah satu pedagang di jalan Satsuit Tubun mengaku penjualan emas perhiasan stabil dan cenderung naik tipis. “Dalam sehari rata-rata kami bisa menjual 50 unit perhiasan berbagai jenis dan ukuran,” kata dia.

Menurut Ding-ding, stabilnya permintaan pada awal tahun ini salah satunya disebabkan adanya tren perhiasan emas jenis baru, yakni emas dengan batu berwarna hitam dan emas hitam. Selain itu, faktor lain adalah musim panen yang terjadi di Banyuwangi. “Karena musim panen, banyak warga yang beli emas untuk investasi. Ini berbanding terbalik dengan musim tanam atau pada tahun ajaran baru sekolah. Biasanya, pada saat-saat tersebut, banyak warga yang menjual emas,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia