Selasa, 25 Feb 2020
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Guru Inpassing Banyuwangi Bentuk PGIN

12 Maret 2018, 13: 23: 20 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

CERIA: Pengurus PGIN Cabang Banyuwangi bersama Sekjend PGIN Moh Salim (empat dari kiri), Kasi Penma Zainal Abidin (tiga dari kanan) usai diambil sumpahnya di MI Nurul Athar, Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, kemarin (11/3).

CERIA: Pengurus PGIN Cabang Banyuwangi bersama Sekjend PGIN Moh Salim (empat dari kiri), Kasi Penma Zainal Abidin (tiga dari kanan) usai diambil sumpahnya di MI Nurul Athar, Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, kemarin (11/3). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

Share this          

CLURING- Para guru inpassing (penyetaraan) yang mengajar di di sekolah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, mendeklarasikan Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Cabang Banyuwangi, kemarin (11/3).

Sebelum dilakukan deklarasi dan pelantikan, ratusan para guru inpassing itu menggelar petemuan di MI Nurul Ahtar di Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Jenderal (Sekjend) PGIN Moh Salim dan Kasi Penma Kemenag Banyuwangi, Zainal Abidin.

MANDAT: Para Pengurus PGIN Cabang Banyuwangi saat diambil sumpahnya, kemarin (11/3).

MANDAT: Para Pengurus PGIN Cabang Banyuwangi saat diambil sumpahnya, kemarin (11/3). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

Dalam pertemuan itu, sepakat membrntuk PGIN Cabang Banyuwangi dan memilih sebagai ketua umum Rofiudin (MTs Gintangan), wakil ketua I Rachmad (MI Nurul Athar), wakil ketua II Dyah Aningfita (MTs Nurul Huda Genteng), sekertaris I Ikrom Khudari (Muncar), sekertaris II Imam Mukhtar, dan Bendahara Yuli Kurniawati. “Ini sudah terpilih, saya hanya mengukuhkan. PGIN itu wadah para guru inpassing yang ada di Banyuwangi,” ujar Sekjend PGIN, Moh. Salim.

Tujuan utama PGIN ini, terang dia, memperjuangkan kesejahteraan dan status agar dapat diprioritaskan dalam pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Di Kabupaten Banyuwangi, ada sekitar 250 guru inpassing yang mengajar dari tingkat RA, MI, MTs, dan MA. “Bila bersatu secara nasional, tentu akan lebih diperhatikan dan lebih terdengar suaranya oleh pemerintah pusat dan pihak terkait,” katanya.

Kepala Kemenag Banyuwangi Drs. Slamet melalui Kasi Penma Zainal Abidin, menyambut baik adanya organisasi apapun yang dibangun oleh masyarakat yang bertujuan baik. “Ini bagus sebagai wadah para guru madrasah,” katanya.

Adanya PGIN ini, lanjutnya, diharapkan bukan hanya bergabung ketika untuk memajukan sekolahnya sendiri. Namun, juga harus memajukan sekolah lain yang ada di Banyuwangi. Karena ini perkumpulan yang harus memajukan kemajuan para guru. “Para guru nanti bisa berkumpul untuk bertukar pikiran demi menciptakan kinerja yang baru,” cetusnya.

Jika PGIN berkeinginan diangkatn menjadi PNS, itu hak dari pemerintah pusat. Dan pihaknya, hanya sebagai perantara dalam mengajukan kepada pemerintah pusat. “Semua keputusan ditangan pemerintah pusat,” ujarnya.(rio)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia