Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Kejari Situbondo Geledah Sekretariat DPRD Empat Jam Lebih

22 Februari 2018, 16: 10: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DIBONGKAR: Tim Kejari Situbondo terlihat memeriksa dokumen-dokumen yang ada di ruang Sekretariat DPRD, kemarin.

DIBONGKAR: Tim Kejari Situbondo terlihat memeriksa dokumen-dokumen yang ada di ruang Sekretariat DPRD, kemarin. (HABIBUL ADNAN/JAWAPOS.COM)

SITUBONDO - Laporan pertanggungjawaban uang persediaan (UP) DPRD tahun 2017 yang disalurkan Pemkab Situbondo menuai masalah. Hal ini ditengarai dengan penggeledahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo di ruang sekretariat DPRD kemarin (21/2).

Selama empat jam tim dari kejaksaan melakukan penggeledahan berkas-berkas ruang sekretariat. Mereka juga memeriksa ruang bagian keuangan yang ada di lantai II.

Kejaksaan mulai memeriksa dokumen sekitar pukul 12.30. Mereka terlihat mengeluarkan semua berkas-berkas yang tersimpan di dalam rak. Penggeledahan selesai sekitar pukul 15.40.

Kepala Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Tri Cahya Ningsih menerangkan, UP DPRD tahun 2017 sekitar Rp.500 juta. Dia menerangkan, UP adalah keuangan yang melekati di semua SKPD. “Yang direalisasikan di awal tahun anggaran untuk memenuhi kebutuhan bulanan,” katanya.

Kegunaannya, membiayai kegiatan rutin yang diperlukan untuk pembayaran. Seperti pembayaran listrik, air, BBM, dan lain sebagainya. Besaran yang diterima masing-masing SKPD tidak sama. “Tergantung belanja SKPD yang diperlukan dengan dirata-ratakan tiap bulan,” pungkasnya.

Penggeledahan dokumen dilakukan tertutup. Selama pemeriksaan berkas, semua pegawai sekretariat DPRD berada di luar. Hanya beberapa orang saja yang tetap di dalam. Seperti sekretis dan bendahara DPRD, serta beberapa kabag. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia