Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

RSUD Blambangan Punya 16 Unit Mesin Hemodialisis

20 Februari 2018, 16: 15: 24 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TERAPI: Pasien menjalani cuci darah di RSUD Blambangan.

TERAPI: Pasien menjalani cuci darah di RSUD Blambangan. (RSUD BLAMBANGAN FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI - Hemodialisis merupakan salah satu dari terapi pengganti ginjal. Ini digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik.

Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu, misalnya pada gagal ginjal akut, atau dapat pula untuk seumur hidup misalnya pada gagal ginjal kronik. Unit Hemodialisis di RSUD Blambangan telah memiliki 16 unit mesin hemodialisis. Rinciannya, delapan mesin model Surdial dan delapan mesin model Surdial 55 Plus.

Adapun 15 mesin tersebut dipakai untuk pasien dengan HbsAg negatif dan 1 mesin khusus dipakai untuk melayani pasien dengan HbsAg positif. Secara periodik, seminggu sekali dilakukan perawatan dan pengecekan mesin yang dikerjakan oleh seorang teknisi untuk memastikan mesin dalam kondisi terbaik untuk dipakai.

Unit Hemodialisis RSUD Blambangan dapat melayani pasien dengan bermacam jaminan. Pasien umum, BPJS, SPM, Inheatlh, PT NTT Data Indonesia, PT Yakes Telkom Indonesia Tbk, PT Admedika, PT Fullerton Health Indonesia, dan asuransi lainnya.

Semua pasien dilayani dengan standar pelayanan yang sama dimulai sejak mereka pertama kali dilakukan konseling dan permintaan persetujuan tindakan sampai dengan mereka menjalani terapi hemodialisis secara reguler sesuai dengan jadwal. Demikian juga dengan paket HD set dan bahan habis pakai. Semuanya dengan standar yang sama, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Meski pasien yang menjalani terapi hemodialisis mempunyai variasi perbedaan kelas dalam kepesertaan asuransinya, hal tersebut tidak berpengaruh. Baik terhadap standar pelayanan, atau standar HD set yang diberikan. Dengan demikian diharapkan, dapat menjamin kualitas pelayanan yang diberikan merata dan tidak membedakan status dan latar belakang pasien dan keluarganya.

Unit Hemodialisis RSUD Blambangan juga melayani tindakan untuk pasien yang berasal dari rumah sakit lain, yang masih belum memiliki unit Hemodialisis sendiri. Ada juga pasien yang sudah rutin menjalani hemodialisis di rumah sakit lain, baik dari dalam Kabupaten Banyuwangi maupun luar kabupaten yang sedang berkunjung atau mudik ke Banyuwangi dengan membawa surat Travelling HD dari rumah sakit asalnya.

Dokter penanggung jawab dipegang oleh dr Indah Reviati SpPD. Setiap hari jadwal pelayanan terdiri dari tiga shift yang dimulai sejak pagi jam 06.00-10.00 untuk shift pertama. Dilanjutkan shift kedua jam 11.00-15.00 dan shift ketiga mulai jam 16.00 sampai dengan selesai. Setiap pasien rata-rata membutuhkan 4 sampai 5 jam mulai dari persiapan sampai dengan pengakhiran proses hemodialisis, kecuali apabila terdapat masalah pada sulitnya akses vaskuler atau muncul komplikasi pada alat maupun pasiennya sendiri di tengah proses, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Ada juga beberapa orang pasien yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pembebatan bekas insersi karena lamanya waktu pembekuan darah di tempat akses vaskulernya. Setiap 1 bulan sekali semua pasien reguler dilakukan pengecekan laboratorium antara lain BUN, serum creatinin, uric acid, dan DL untuk mengetahui perkembangan kesehatan pasien. Apabila ditemukan nilai Hb yang rendah, maka pasien diberitahu agar mempersiapkan darah untuk dilakukan transfusi pada jadwal hemodialisis selanjutnya. Sedangkan setiap 6 bulan sekali dilakukan screening HbsAg dan Rapid HIV. Apabila ditemukan ada yang hasilnya positif maka akan dilakukan hemodialisis dengan mesin khusus yang sudah disediakan. (bay/c1)  

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia