Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Harga Semangka Masih Mahal

17 Februari 2018, 18: 15: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

DITIMBANG: Buruh petik dan pedagang semangka menimbang di lapangan Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, kemarin (16/2).

DITIMBANG: Buruh petik dan pedagang semangka menimbang di lapangan Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, kemarin (16/2). (SHULHAN HADI/JPRG)

TEGALSARI – Para petani, teru­tama di Banyuwangi Selatan yang sedang menanam buah semangka, kini sedang panen. Mereka, juga bisa tersenyum karena saat ini harga buah semangka itu sedang tinggi.

Salah satu petani buah semangka, Agus Santoso, 31, mengaku tana­man buah semangka miliknya di Dusun Kaligesing, Desa Karang­mulyo, Kecamatan Tegalsari, saat ini sedang panen. “Harga semang­ka lagi bagus,” katanya.

Agus menyebut harga buah se­mangka di tingkat petani mencapai Rp 2,700 per kilogram. Harga itu dianggap ideal bagi petani. “Har­ganya lumayan baik. Asal di atas Rp 1.250 per kilogram, kita bisa lega,” terang pria asal Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Tegalsari itu.

Menurut Agus, dengan luas lahan sekitar satu bau atau 7.000 meter persegi, dia mampu meng­hasilkan panen sebanyak 14 ton. Untuk biaya perawatan sekali ta­nam hingga masa panen, seti­daknya menghabiskan biaya Rp 15 juta. Sehingga, hasil yang di­peroleh bisa kembali 100 persen. “Kalau harga normal dan panen normal, Insya Allah kembali modal,” ucapnya.

Petani semangka lainnya, Tumari, 47, asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, yang kini menanam di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, mengatakan harga jual buah semangka saat ini lumayan bagus. Hanya saja, tanaman miliknya itu dianggap masih 80 persen dari harapannya. “Buahnya kurang bagus sedikit, ini banyak hujan,” terangnya.

Tidak hanya di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, tanaman semangka di daerah Kecamatan Muncar, harganya juga bagus. “Saya menanam semangka di Desa Sumbersewu (Kecamatan Muncar), harganya sangat bagus, saya dapat kabar sampai Rp 3.000 per kilogram,” cetus Khoirudin, 31, warga Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pe­sang­garan.

Bagaimana harga di pedagang, Subhan, 43, warga Dusun Karang­rejo, Desa/Kecamatan Cluring, mengatakan harga buah semangka itu sebenarnya sudah turun. “Se­be­lumnya Rp 3.000 per kilo­gram, kini tinggal Rp 2.700 per kilogram,” ungkapnya.

Harga semangka yang turun itu, terang dia, karena petani di daerah Kabupaten Jember mulai panen. Sejauh ini, persediaan semangka untuk tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Banyuwangi, Jembe,r dan Lumajang selalu bersaing ketat. Jika masa panen di ketiga daerah itu bersamaan, dipastikan akan mempengaruhi harga penjualan di daerah lainnya. “Sekarang panen raya Jember, jadi di sini agak turun,” ucapnya.

Dengan banyaknya persediaan barang, Subhan mengaku bisa mengirim dua kali dalam seminggu ke Jakarta. Sekali kirim, bisa men­capai 11 ton. “Untuk meme­nu­hi pasar Jakarta,” katanya. (sli/abi)

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia