Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik
Pil Trek, Antara Efek & Manfaat (2)

Amat Bahaya Jika Digunakan Melebihi Dosis

Kamis, 15 Feb 2018 16:46 | editor : Ali Sodiqin

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

Triheksifenidil sendiri merupakan obat golongan antikolinergik atau antimuskarinik. Obat ini bekerja  dengan cara menghambat reseptor asetilkolin muskarinik, yaitu menghambat pelepasan asetilkolin endogen dan eksogen. Obat ini dapat membantu mengatasi tremor atau gemetar, kekakuan otot, dan produksi air liur yang berlebihan, serta membantu meningkatkan kemampuan berjalan pada penderita parkinson.

Untuk penggunaannya obat ini biasanya diminum dalam dosis terbagi. Yakni dua hingga tiga kali sehari setelah makan. Dokter akan memberikan dosis yang disesuaikan dengan kondisi medis, usia, dan respons terhadap terapi. Dosis dimulai dengan dosis rendah dan akan ditingkatkan secara perlahan untuk mendapatkan dosis yang tepat bagi pasien.

Selama pemakaian bisa terjadi efek samping berupa mulut kering, penglihatan kabur, dilatasi pupil, pusing, cemas, sulit buang air kecil atau sembelit, gangguan pada perut, dan keringat berkurang. Dokter biasanya akan menghentikan pemakaian dihentikan bila terjadi efek samping tersebut.

Anehnya, triheksifenidil justru sering disalahgunakan. Ini bisa jadi karena dalam kerjanya obat ini bekerja menghambat reseptor asetilkolin, yang  berperan dalam peningkatan perasaan.  dr Agustina Sjenny dalam beberapa kasus ada laporan yang mengatakan, bahwa obat golongan antikolinergik yang bekerja di sentral (otak) memiliki efek meningkatkan mood (euphoria).

Walaupun efek ini tidak selalu terjadi dan seringkali tidak terkontrol. Efek euforia ini baru akan tercapai pada pemakaian dengan dosis tinggi. Mereka yang menyalahgunakan obat trek ini seringkali tidak memperhitungkan efek samping yang bakal terjadi, seperti mulut kering, gangguan penglihatan, kebingungan, gangguan buang air kecil, konstipasi, pusing, mual muntah, palpitasi, amnesia, insomnia, dan lain sebagainya.

Efek samping tersebut bisa melebihi efek euforia yang diharapkan.  Ketika efek euforia tercapai, efek-efek lain yang berbahaya mungkin sudah terjadi lebih dahulu dan bahkan bisa berakibat fatal ketika sudah mencapai dosis toksik (racun).

Inilah yang membuat orang seringkali mempunyai pendapat yang salah dan mengambil tindakan yang salah pula dengan menyalahgunakan obat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Orang yang merasa sehat pastinya tidak akan mau memakai obat tanpa indikasi yang jelas,” pungkas Dokter Klinik Psikiatri RSUD Blambangan itu.

(bw/nic/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia