Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Manfaat Abu untuk Menyuburkan Lahan Pertanian

15 Februari 2018, 16: 40: 22 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIMANFAATKAN: Warga mengantongi tumpukan abu jerami untuk media tanam di sawah.

DIMANFAATKAN: Warga mengantongi tumpukan abu jerami untuk media tanam di sawah. (Shulhan Hadi/Radar Genteng)

Share this          

GAMBIRAN-Tumpukan jerami dan sekam yang tidak terpakai, ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Itu seperti di lahan pembuangan jerami padi Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Para petani di daerah itu,  membakar jerami dan sekam untuk menambah kesuburan lahan persawahan. “Abu sekam dan jerami ini untuk media hidroponik tetes,” cetus Suratno, 54, warga Dusun Petahunan, Desa Jajag. Kecamatan Gambiran.

Menurut Suratno, media abu ini memang masih kalah dibandingkan hidroponik konvensional menggunakan pipa dan paralon. Tapi, jika dihitung dari biaya pengeluaran bisa lebih hemat hingga 70 persen. “Sebenarnya bagus paralon, tapi ini bisa lebih hemat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, jelas dia, abu dicampur dengan tanah dan ditaruh di polybag untuk penanaman cabai dan okra. Dengan dicampur abu, bakteri dan jamur yang menghambat pertumbuhan tanaman bisa ditekan. Bahkan, bisa dimanfaatnya hingga dua kali penanaman. “Bisa dipastikan tidak ada bakterinya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wiyono, 50. Petani asal Desa/Kecamatan Tegalsari itu mengaku menggunakan abu untuk media tanam bibit cabai. “Saya buat untuk menanam bibit cabai, hasilnya bagus,” katanya.

Petani yang menggunakan abu jerami dan sekam itu, bukan hanya Suratni dan Wiyono. Para petani lainnya, setiap hari mengambil abu jerami itu. “Ini limbahnya pabrik, Mas,” jelasnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia