Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Opini Sabtu
icon featured
Opini Sabtu

Kemajuan TIK di Wajah Perbankan Indonesia

10 Februari 2018, 12: 45: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Kemajuan TIK di Wajah Perbankan Indonesia

Share this          

TEKNOLOGI informasi dan komunikasi terus berkembang dan terus mengalami kemajuan. Kemajuan tersebut sulit dibendung dan semakin pesat. Dengan kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi mempermudah segala aktivitas yang dilakukan masyarakat.

Pada abad ke 21 ini, kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi sangat kentara dan dapat terlihat jelas di segala bidang. Mulai dari bidang pendidikan, bidang sosial, maupun dalam bidang ekonomi.

Hampir segala aktivitas ekonomi menikmati dan menggunakan kemajuan ilmu teknologi, informasi dan komunikasi. Baik di dalam sektor pertanian, sektor industri, lebih-lebih sektor perbankan. Dalam dunia perbankan sendiri sudah menikmatinya sejak puluhan tahun silam, yaitu dengan penggunaan komputer dan berbagai perangkatnya yang mempermudah segala aktivitas perbankan untuk melayani para nasabah. Seperti pencatatan buku tabungan.

Dalam beberapa dekade terakhir, semakin menanjaknya ilmu teknologi memberikan kontribusi yang signifikan di dalam dunia perbankan. Juga munculnya mesin-mesin canggih di dunia perbankan memberikan akses lebih mudah terhadap para nasabah, misalnya para nasabah tidak perlu lagi pergi ke kantor bank hanya untuk melakukan penarikan uang tunai. Saat ini nasabah hanya perlu pergi ke mesin ATM yang sudah tersedia di berbagai tempat; termasuk di area perbelanjaan ataupun di area SPBU dan lain sebagainya.

Dan pada saat ini sistem online telah menjadi tren dan menjalar di berbagai lapisan masyarakat. Pada biasanya, kebanyakan orang atau masyarakat cenderung lebih gelisah dan resah apabila tidak mempunyai pulsa data internet dari pada pulsa biasa. Dengan begitu berbagai kalangan yang membaca peluang tersebut, menyediakan berbagai jasa maupun pelayanan berbentuk online. Misalnya jual beli online, ojek online, dan lain sebagainya.

Begitu pula di dalam ranah perbankan saat ini, berbagai layanan sudah banyak di kemas dalam bentuk sistem online. Sistem online tersebut memberikan efek positif kepada kedua belah pihak; pihak perbankan dan pihak nasabah. Dan juga pihak bank pun sudah banyak melakukan berbagai macam inovasi dalam menghadapi kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi terutama pada sistem online. Di antaranya berbagai bank sudah menjalin kerja sama dengan berbagai macam bidang misalnya dengan perusahaan operator seluler.

Pelayanan dalam bentuk sistem online yang sudah tersedia saat ini salah satunya ialah Mobile-Banking yang memungkinkan para nasabah untuk melakukan transfer di mana pun ia berada melalui ponsel nasabah. Jadi para nasabah yang hanya ingin melakukan transfer uang tidak perlu lagi pergi ke kantor bank.

Jadi untuk beberapa tahun ke depan, mungkin kantor bank tidak akan dibuat dalam ukuran besar, namun hanya akan ada kantor-kantor minimalis. Karena berbagai layanan untuk nasabah sudah dapat di akses melalui ponsel pintar. Dan ketika nasabah pergi ke kantor bank hanya sekadar sertifikasi ataupun pencetakan buku rekening.

 

Sudut Pandang Perbankan dan Nasabah

Seperti yang dijelaskan di atas, hal tersebut memberikan keuntungan yang semakin meningkat karena dapat menekan biaya pengeluaran dan juga biaya gaji karyawan yang dengan kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi memungkinkan satu karyawan sudah dapat melayani 1.000 (seribu) nasabah maka pihak bank akan mengurangi jumlah karyawan yang bekerja di sana.

Dengan adanya pemangkasan jumlah karyawan yang bekerja maka akan menyebabkan persaingan antara para karyawan. Dengan begitu kualitas kinerja para karyawan akan meningkat. Dengan peningkatan kualitas kinerja karyawan dalam melakukan pelayanan, para nasabah dimungkinkan akan semakin terpuaskan.

 

Sudut Pandang Karyawan

Dengan kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi memang memberikan kemudahan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas untuk melayani para nasabah.

Namun seperti hal di atas yang telah membahas tentang pemangkasan jumlah karyawan yang karena satu karyawan telah bisa melayani 1.000 nasabah. Hal tersebut, merupakan sebuah kabar buruk terhadap seorang karyawan dan pemerintah.

Padahal setiap tahunnya sarjana ekonomi (perbankan) selalu bertambah. Dan ditambah lagi adanya pengurangan jumlah karyawan di setiap perbankan. Jadi, bisa dibayangkan jumlah pengangguran akan semakin banyak.

Tercatat, menurut Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan yang semula pada tahun 2016 ada sebanyak 7,03 juta orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 yang lalu.

Hal ini merupakan sebuah permasalahan yang harus menjadi fokus pemerintah untuk dikaji agar dapat menemukan solusi yang bisa memberikan jalan keluar. Hal tersebut dilakukan agar angka pengangguran di Indonesia tidak lagi semakin melonjak. Yang juga akan ikut mengerek angka kriminalitas.

Semoga saja kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi ini tidak hanya memberikan senyum kepada beberapa unsur perbankan, melainkan juga ke berbagai pihak yang akan mendapatkan senyum kemajuan ilmu teknologi, informasi, dan komunikasi.(*)

*) Mahasiswa FEBI Universitas Ibrahimy

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia