Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Polisi Izinkan Siswa SMP Naik Motor

10 Februari 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

MARAK: Dua bocah naik motor di pusat Kota Genteng tanpa mengenakan helm, kemarin (9/2).

MARAK: Dua bocah naik motor di pusat Kota Genteng tanpa mengenakan helm, kemarin (9/2). (SHULHAN HADI/JPRG)

GENTENG - Ada kabar gembira bagi orang tua dan siswa SMP yang rumahnya jauh dari sekolah. Kapolsek Genteng, Kompol Agus Dwi Jatmiko memberi toleransi de­ngan mengizinkan berangkat sekolah dengan naik motor.

Hanya saja, kapolsek menya­ran­kan untuk siswa SMP ke sekolah tetap diantar oleh orang tuanya. Tapi kalau memang tidak ada yang mengantar, maka bisa naik motor sendiri. “Kita ingin memu­dahkan ke sekolah,” cetus Kapolsek Genteng, Kompol Agus Dwi Jat­miko pada Jawa Pos Radar Gen­teng.

Menurut kapolsek, siswa SMP dan SMA yang ada di Kota Gen­teng, itu banyak dari luar keca­matan. Sehingga, mereka ke se­ko­lah naik motor karena jarak yang jauh. “Ke sekolah yang jauh, naik motor tidak bisa elakkan,” dalihnya.

Dengan pertimbangan jarak yang jauh itu, kapolsek menyam­paikan akan memberi toleransi bagi pelajar ke sekolah dengan naik motor. “Tapi dengan catatan ke­leng­kapan harus lengkap,” cetusnya.

Aturan yang akan ditetapkan ini, jelas dia, diperlakukan de­ngan waktu yang terbatas. Yakni, hanya saat siswa itu ke sekolah saja. Di luar jam sekolah, tetap tidak akan diizinkan. “Kita per­mudah tapi jangan disalah­gu­nakan,” ungkap­nya.

Rencana ini akan diterapkan ber­­samaan dengan penegasan ter­hadap pengendara kendaraan bermotor, khususnya yang sering menggunakan knalpot brong atau modifikasi motor di luar standar. “Kita akan tertibkan motor-motor yang tidak sesuai itu, kita pertegas,” jelasnya. (*)

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia