Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Rumah Layak Huni dan Rumah Tangga Pengguna Air Bersih Semakin Banyak

28 Januari 2018, 19: 46: 35 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIMINALISIR: Salah satu rumah tidak layak huni di Kabupaten Situbondo. Beberapa tahun ini jumlahnya terus berkurang

DIMINALISIR: Salah satu rumah tidak layak huni di Kabupaten Situbondo. Beberapa tahun ini jumlahnya terus berkurang (Habibul Adnan/Radar Situbondo)

JawaPos.com – Kepemimpinan Bupati Dadang Wigiarto periode kedua berkomiten untuk terus menekan angka kemiskinan. Berkaca pada kenyataan dua tahun terakhir, komitmen tersebut sangat realistis. Setidaknya itu terlihat dengan bertambahnya rumah layak huni tahun 2014 dan tahun 2015 lalu.

Ya, berdasarkan data dalam buku informasi laporan penyelanggaraan pemerintah daerah (ILPPD) Pemkab Situbondo, selama dua tahun terakhir, rumah tidak layak huni jumlahnya berkurang. Pada tahun 2014 lalu sudah mencapai 132.867 rumah.

Jika dipersentase mencapai 83,62 persen dari jumlah keseluruhan rumah di Kabupaten Situbondo. ”Keseluruhan jumlah rumah di Kabupaten Situbondo tahun 2014 mencapai 158.894 buah,” ujar Suradji, asisten Pemkab Situbondo.

Kemudian pada tahun 2015, jumlahnya kembali bertambah. Dari 211.879 rumah, yang layak huni sebanyak 201.061 atau 94,89 persen dari jumlah keseluruhan. ”Dari tahun 2014 menuju tahun 2015 sudah ada peningkatan,” terang Suradji.

Bicara masalah urusan perumahan ini,  di dalamnya tercakup jumlah rumah tangga pengguna air bersih. Pada bidang ini, dua tahun terakhir jumlah penggunanya juga terus bertambah.

Pengguna air bersih melalui layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tahun 2014 mencapai 100.597 dari 284.379 jumlah seluruh rumah tangga atau sebesar 35,37 persen.

Sedangkan pada tahun 2015 mencapai 103.064 rumah tangga dari jumlah seluruh rumah tangga sebanyak 290.213. Jika dipersentase dari keseluruhan jummalh tersebut, maka mencapai 35,51 persen.

Terkait masalah ini, Direktur PDAM Kabupaten Situbondo, Jamal Fajri mengatakan, untuk pengembangan pelayanan, perusahaan yang mengurusi air bersih terus membuka pelanggan baru. Sedangkan masyarakat yang sudah menjadi pelanggan tidak ditinggalkan.

”PDAM akan melangkah ke tempat-tempat yang belum menikmati air bersih dari PDAM,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bahkan, untuk kepentingan pemasangan pelanggan baru, PDAM memberikan kepada masyarakat secara gratis. Hal ini biasanya diberikan PDAM pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM.

Selain itu, mulai tahun 2016 lalu, PDAM juga memiliki program sambungan murah. Pelayanan untuk pemenuhan air bersih masyarakakata Situbondo itu akan dilakukan di seluruh kecamatan. Mulai dari ujung timur sampai ujung barat Kota Santri.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia