Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Adakan FJT dengan Modal Rp. 3.700.000

25 Januari 2018, 11: 07: 47 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

KOMPAK : Panitia FKIM saat berkumpul di lokasi FJT Rabu kemarin (24/01).

KOMPAK : Panitia FKIM saat berkumpul di lokasi FJT Rabu kemarin (24/01). (IZZUL MUTTAQIN/JAWAPOS.COM)

SITUBONDO – Berawal dari keprihatinan terhadap jarangnya jajanan tradisional di Kabupaten Situbondo, Forum Komunikasi Informasi Masyarakat (FKIM) Situbondo adakan Festifal Jajanan Tradisional (FJT). Kegiatan yang dilaksanakan di taman Lanceng Kecamatan Kapongan itu dimulai sejak tanggal 20 Januari lalu. Ada sekitar sepuluh pedagang utusan setiap desa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

SEMANGAT : Eeng Hendarto saat berpose di depan para penjual jajanan tradisional Rabu kemarin (24/01)

SEMANGAT : Eeng Hendarto saat berpose di depan para penjual jajanan tradisional Rabu kemarin (24/01) (IZZUL MUTTAQIN/JAWAPOS.COM)

Ketua Panitia FJT, Eeng Hendarto, menyampaikan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menghidupkan kembali dagangan jajanan tradisional di Kabupaten Situbondo. Eeng juga berharap agar kegiatannya itu dapat membawa Kecamatan Kapogan menjadi sentra jajanan tradisional.

“Saya mengupayakan kegaiatan ini dengan tujuan untuk mengembalikan animo masyrakat terhadap jajanan tradisional. Selain itu kami juga bermaksud membantu meningkatkan omset pedagang dengan adanya event seperti ini,” ungkap Eeng saat diwawancarai Rabu kemarin (24/01).

Eeng menambahkan, awalnya kegiatan itu hanya akan dilaksakan dua hari saja. Akan tetapi, melihat animo masyarakat yang tinggi, maka kegiatan diperpanjang hingga tanggal 27 mendatang.  “Semula acara hanya diagnedakan selama dua hari, sejak tanggal 20-21 Januari. Hanya saja karena antusiasme masyarakat yang tinggi, juga desakan waraganet group IWS, maka acara dierpanjang,” imbuhnya.

Skretaris FKIM, Zaini Miftah menyampaikan, para pedagang yang menjadi peserta dalam kegiatan itu sama sekali tidak dipungut biaya apapun. “Kita tidak meminta kontribusi apapun dari para pedagang. Bahkan untuk hasil yang diperoleh, sepeserpun panitia tidak meminta imbalan,” tururnya.

Selain mengenai kontribusi peserta, kepada koran ini Miftah juga menceritakan mengenai perjuangannya untuk mensukseskan kegiatan ini. menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan modal RP. 3. 700.000 rupiah.

“Modal dalam kegiatan ini sangat pas-pasan. Bayangkan saja, sekedar Rp. 3. 700. 000 rupiah, kita nekat melaksanakan kegiatan yang melibatkan desa-desa,” ungkap Miftah.

Siti Hajar, penjual jajanan cenil dan Lopes perwakilan desa kapongan kepada koran ini menyampaikan, bahwa dirinysa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. menurutnya, dengan adanya even demikian, omset penjualannya naik hingga 30 persen.

“Biasanya kalau jual dirumah, pemasukan saya hanya berkisar dari Rp. 200 hingga 250 ribu perhari. Akan tetapi sejak ikut kegiatan FJP ini, omset saya naik hingga berkisar Rp. 300 sampai Rp. 450 ribu rupiah,” tuturnya. (cw1) 

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia