Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Tips & Trik

Sering Sakit Kepala, Mungkin Gigi Penyebabnya

24 Januari 2018, 12: 20: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

JAGA KESEHATAN: Periksakan gigi secara berkala. Sebab, sakit gigi juga bisa mengakibatkan sering sakit kepala.

JAGA KESEHATAN: Periksakan gigi secara berkala. Sebab, sakit gigi juga bisa mengakibatkan sering sakit kepala. (RSI Fatimah For JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Sakit kepala dan terkadang terasa sakit di sekitar leher menjadi salah satu gejala penyakit yang tidak mengenakkan. Kerjaan terganggu dan membuat hidup menjadi tidak nyaman. Minum obat sakit kepala tetapi khasiatnya cuma sebentar. Tidak lama lagi kemudian kepala masih terasa nyut-nyut kembali.

Bila itu terjadi maka tidak ada salahnya cari sumber penyakitnya. Bisa jadi itu ada masalah dengan kondisi kesehatan gigi di rongga mulut. Kok bisa? Itu bisa jadi karena adanya ketidaksempurnaan gigi saat tumbuh (impaksi).

”Cari sumber sakitnya dulu. Bisa jadi sakit kepala disebabkan juga karena gigi,” beber Kepala Puskesmas Kertosari drg Wahyu Primawati.

Dijelaskannya, gigi rapi dan tumbuh sempurna merupakan idaman setiap orang. Namun ada kalanya gigi tumbuh tidak sempurna. Gigi tumbuh miring bahkan beberapa kasus dirasakan cukup sakit dan bahkan bisa bengkak karena pertumbuhan gigi bagian belakang. ”Kalau sudah begini sudah terasa sakitnya. Mungkin sudah ada yang merasakannya,” katanya.

Selain terasa sakit di sekitar gigi hingga kepala, pertumbuhan gigi yang tidak sempurna ini disebabkan tidak adanya tempat (ruang) bagi gigi untuk tumbuh sempurna. Ini mengakibatkan ada beberapa bagian gigi yang terdesak oleh gigi lainnya. Sehingga pertumbuhan gigi miring dan tumbuh tidak sempurna.

Tumbuhnya gigi dalam arah yang miring inilah yang dapat menyebabkan gigi tetangganya ”tertekan”. Pada akhirnya tekanan ini membuat gigi rusak dan miring. Efeknya dapat dirasakan berupa rasa nyut-nyut di bagian kepala. Untuk memastikan gigi sebagai penyebab kepala ini, pasien disarankan untuk melakukan foto rontgen.

Kondisi gigi yang miring menyebabkan tekanan pada syaraf meningkat. Alhasil, muncul rasa sakit yang menyebar hingga ke bagian kepala. Situasi ini pun harus segera diobati. Bila dibiarkan bukan mustahil rentetan penyakit lain berpotensi untuk menyerang. Yang dikhawatirkan bila penanganan terlambat diperoleh pasien adalah tumor tulang gigi (ameloblastoma).

Penyakit ini muncul karena gigi yang gagal tumbuh mempunyai potensi menjadi suatu tumor yang menyebabkan rahang menjadi tampak bengkak dan keropos. Kondisi ini disebabkan karena adanya desakan ameloblastoma tersebut. Bila terlambat ditangani, tidak jarang pasien harus menjalani pemotongan rahang. Mengerikan.

Sebelum terlambat, pencegahan mutlak harus dilakukan. Pengambilan gigi miring tadi harus dilakukan. Operasi kecil (odontektomi) untuk mengambil gigi miring tadi diawali dengan pembiusan. Selanjutnya dilakukan pengambilan gigi dan diakhiri dengan penjahitan gusi bekas operasi.

”Sebelum itu terjadi sebaiknya dicegah dengan rutin ke dokter dan merawat kesehatan gigi,” pungkasnya. (nic/als/c1)

(bw/nic/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia