Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Kompak, Bapak dan Anak Dijebloskan ke Sel Tahanan Polsek

Diduga Terlibat Pengeroyokan pada Tetangganya

24 Januari 2018, 16: 30: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

KURANG PATUT: Pairi (kiri) saat menjalani pemeriksaan di Polsek Songgon, kemarin (23/1).

KURANG PATUT: Pairi (kiri) saat menjalani pemeriksaan di Polsek Songgon, kemarin (23/1). (BAGUS RIO/JPRG)

Share this          

SONGGON - Diduga hanya salah paham, bapak dan anak, Pairi, 55, dan Ahmad Fadli, 35, warga Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, menghajar salah satu tetangganya, Siti Julaiha, 24, Sabtu malam (20/1).

Akibat perbuatannya itu, bapak dan anak ini oleh polisi ditangkap di rumahnya. Untuk keperluan pemeriksaan, keduanya untuk sementara harus mau tinggal di ruang tahanan polsek setempat. “Salah paham bapak dan anak jadi emosi,” terang Kapolsek Song­gon, AKP Suwanto Barri melalui Kanitreskrim Iptu Bakti.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka itu, bermula pada Sabtu (20/1) sekitar pukul 20.00, korban datang ke rumah tersangka untuk klarifikasi atas ujaran tersangka Fadli yang dianggap tidak pantas. “Korban mengaku oleh Fadli dikatai tidak bisa mengatur anaknya,” katanya.

Saat berada di rumah tersangka Fadli, lanjutnya, korban dan ter­sangka sempat cek cok. Tidak lama, korban pulang karena saat itu di rumah tersangka sedang ada tamu. “Korban pulang karena tidak enak dengan tamu itu,” ujarnya.

Sekitar 30 menit kemudian, masih kata dia, tersangka Fadli mendatangi rumah korban untuk melanjutkan klarifikasi tersebut. Kebetulan saat itu, korban sedang berada di depan rumahnya. Fadli yang seperti emosi, menarik tangan korban untuk diajak masuk ke rumahnya. “Korban membe­rontak dengan berusaha mele­pas­kan tangan tersangka,” ungkap­nya.

Tersangka yang sudah seperti ke­setanan, lanjut dia, langsung mendorong korban hingga kakinya membentur kursi. Di tempat itu, Fadli dan korban kembali cek cok. “Tersangka Pairi tiba-tiba datang,” jelasnya.

Tanpa mengetahui sebabnya, masih kata dia, Pairi ini tiba-tiba menghampiri korban dan menampar korban di bagian pipi kiri hingga dua kali. Bukan hanya itu, tersangka Pairi juga memukul korban pada tubuhnya. “Pukulan­nya itu mengenai tangan dan punggung korban,” katanya.

Melihat duel yang tidak imbang itu, tetangga korban Takrib, 35, langsung melerai, dan kedua tersangka pulang. Korban yang tinggal seorang diri, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Songgon. “Kita langsung melakukan visum kepada korban,” jelasnya.

Dari hasil visum diketahui ada luka memar dibagian lutut sebelah kanan. Memar itu, jelas dia, diduga akibat dorongan tersangka kepada korban yang mengenai kursi. “Kita langsung tanggapi laporan korban dengan menangkap di rumahnya,” cetusnya. (*)

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia