Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

IDI Minta Perhatikan Kesehatan Anak

24 Januari 2018, 16: 15: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

RISIKO: Seorang siswi pulang sekolah tanpa alas kaki saat turun hujan di Genteng, kemarin (23/1).

RISIKO: Seorang siswi pulang sekolah tanpa alas kaki saat turun hujan di Genteng, kemarin (23/1). (SHULHAN HADI/JPRG)

GENTENG – Kebiasaan siswa nekat menerobos hujan saat pulang sekolah, sangat berisiko terhadap kesehatan. Apalagi, sering kali pulang tanpa payung dan tidak mengenakan alas kaki.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi, dr. Yos Hermawan, mengungkapkan saat ini tren gangguan kesehatan yang dialami anak-anak itu batu dan pilek. Ini penyebabnya anak-anak memilih hujan-hujanan dari pada berteduh saat turun hujan. “Anak-anak nekat pulang, kalau tidak kuat ya akhirnya pilek,” ucpanya.

Kebiasaan anak-anak yang suka nekat hujan-hujanan itu, terang dia, kini ada yang direspon oleh orang tuanya dengan memeriksakan ke petugas kesehatan. Sehingga, kesehatan anaknya bisa terjaga. “Upaya masyarakat atau orang tua mencegah sakit, saat ini sudah cukup baik,” jelasnya.

Dokter Yos mengaku kebiasaan orang tua itu dinilai cukup baik. Dengan memeriksakan kesehatan anak, maka akan bisa diketahui bila ada gejala sakit. “Kesehatan anak bisa terjaga dan terpantau dengan baik,” ungkapnya.

Mengenai kebiasaan anak melepas sepatu saat pulang sekolah, jelas dia, kebiassan itu perlu diperhatikan dengan baik. Sebab, tidak semua jalan yang dilewati aman. Risiko tertusuk benda tajam sepeti paku atau pun duri, bisa dialami siapa saja. “Itu maksudnya besok sepatunya bisa diapakai lagi, tapi itu sebenarnya malah mem­ba­hayakan,” terangnya. (*)

(bw/sli/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia