Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Agustus, Bandara Banyuwangi Punya Apron dan Runway Makin Panjang

17 Januari 2018, 18: 09: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

AKAN DIPERLUAS: Untuk menampung pesawat lebih banyak, PT Angkasa Pura II akan menambah luas apron menjadi 18 ribu meter persegi dari luas apron saat ini 3.000 meter persegi.

AKAN DIPERLUAS: Untuk menampung pesawat lebih banyak, PT Angkasa Pura II akan menambah luas apron menjadi 18 ribu meter persegi dari luas apron saat ini 3.000 meter persegi. (jawapos.com/radarbanyuwangi)

BLIMBINGSARI– Kegiatan pengembangan Bandar Udara Banyuwangi, hingga kini belum juga dikerjakan. Meski belum juga dimulai, namun perluasan lapangan parkir pesawat (apron) serta penebalan dan perpanjangan runway ditargetkan tuntas Agustus mendatang.

Asisten Administrasi Pemerintahan (Aspem) Pemkab Banyuwangi Choriul Ustadi Yudawanto, pekan lalu diundang PT Angkasa Pura (AP) II untuk melakukan rapat koordinasi di Jakarta. Rapat koordinasi itu dilakukan dalam rangka persiapan pekerjaan pengembangan bandara dan penyerahan sejumlah aset Pemkab Banyuwangi di lingkungan Bandara kepada PT AP II.

Ustadi mengatakan, setelah serah terima pengelolaan Bandara Blimbingsari dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke PT AP II, proses penyerahan aset pemkab untuk dikelola AP II terus berjalan. ”Alhamdulillah proses penyerahan aset Pemkab ke AP II terus berjalan. Kami telah melakukan rapat percepatan agar AP II segera masuk di Bandara Banyuwangi,” ujar Ustadi kemarin (16/1).

Ustadi menuturkan, hingga saat ini PT AP II belum mengelola Bandara Banyuwangi secara penuh. Pengelolaan bandara secara penuh baru akan dilakukan pada akhir Februari. ”Saat ini masih tahap transisi antara UPT Bandara Kemenhub dengan PT AP II. Kedua pihak saling memberikan informasi teknis mana saja yang dikerjakan,” kata dia.

Meski masih tahap transisi, kata Ustadi, pihak AP II sudah melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan Bandara Banyuwangi. Termasuk memulai proses lelang sejumlah proyek pembangunan fisik di bandara yang berlokasi di Desa/Kecamatan Blimbingsari tersebut.

Ustadi merinci, sejumlah pengerjaan fisik akan dilakukan oleh PT AP II dalam waktu dekat ini. Salah satu kegiatan yang segera dilakukan PT AP II adalah perluasan apron dari 3.000 meter persegi menjadi 18 ribu meter persegi dan penebalan serta perpanjangan runway menjadi 2.500 meter. ”Semua pekerjaan ditarget tuntas pada Agustus,” tuturnya.

Percepatan pembangunan Bandara Banyuwangi dilakukan lantaran akan menjadi penyangga Bandara Ngurah Rai, Bali saat Annual Meeting IMF-World Bank pada Oktober mendatang. ”Harapannya, sebelum event di Bali, Bandara Banyuwangi sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar dan mampu menampung pesawat yang lebih banyak. Pesawat juga bisa parkir di depan terminal hijau Bandara Banyuwangi,” tambahnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia