Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Skor Panahan Tertinggi, Takraw Terendah

17 Januari 2018, 05: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

ANGGARAN TERBANYAK?: Sejumlah panahan belia saat berlatih. Panahan mendapat skor tertinggi karena rutin menggelar even.

ANGGARAN TERBANYAK?: Sejumlah panahan belia saat berlatih. Panahan mendapat skor tertinggi karena rutin menggelar even. (Rendra Kurnia/JPRB)

JawaPos.com – KONI Banyuwangi memang belum merilis data lengkap terkait besaran anggaran pembinaan yang akan diterima cabor pada tahun 2018 ini. Namun, kemarin (15/1) jumlah skor tertinggi yang diterima cabor sudah dirilis KONI Banyuwangi.

Dalam peringkat sepuluh besar, cabor panahan (Perpani) memperoleh skor tertinggi. Total Perpani mendapatkan skor 63 persen. Dengan rincian prestasi 48 persen, kegiatan 15 persen, dan klub 1 persen. Di bawahnya cabor selam (POSSI) memperoleh skor 56 persen dengan rincian prestasi 47 persen, kegiatan 8 persen, dan klub 1 persen. Di urutan ketiga, bulu tangkis (PBSI) mendapat skor 56 persen dengan rincian 25 persen prestasi, 28 persen kegiatan, dan klub 2 persen.

Sedangkan cabor gulat, yang pada tahun lalu menjadi pemilik skor tertinggi kini berada di peringkat keempat dengan total skor 51 persen. Gulat mendapat nilai 28 persen di prestasi, 23 persen kegiatan, dan 0 persen untuk skor klub. Di bawahnya cabor pencak silat (IPSI) memperoleh skor 50 persen dengan rincian 27 persen prestasi, kegiatan 19 persen, dan klub 5 persen. Diperingkat 6,7, dan 8 berturut-turut cabor balap sepeda (ISSI), tarung derajat (Kodrat), dan taekwondo (TI).

Lalu, di peringkat 9 cabor basket (Perbasi) memperoleh total skor 44 persen. Di bawahnya peringkat 10 dihuni cabor karate (Forki) dengan total skor 41 persen.  Sedangkan di peringkat lima terbawah, masih dihuni lima cabor yang pada tahun lalu memperoleh dana pembinaan paling rendah. Beruntun dari bawah dihuni sepak takraw (PSTI), menembak (Perbakin), senam (Persani), hoki (FHI), dan tenis lapangan (Pelti).

Terkait hasil tersebut, Sekretaris KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, skor tersebut didapat dari hasil verifikasi berkas cabor. Skor yang muncul menurutnya sudah berdasar bobot dari masing-masing poin, mulai dari kegiatan, prestasi, hingga klub. ”Untuk prestasi sebagai bobot yang paling tinggi dalam skoring, kita bedakan berdasarkan klasifikasi. Tertinggi tetap prestasi Kejurprov, di bawahnya Popda, O2SN, Por SD. Di bawahnya kejuaraan-kejuaraan open,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, meski tidak memaparkan langsung besaran dana, dengan skor tersebut cabor bisa menilai relevansinya dengan besaran dana yang kira-kira mereka peroleh. ”Kejuaraan open juga masih kita pilah. Tergantung skup dari kejuaraan itu sendiri. Misalnya Kejurnas Open pasti lebih besar dari Kejurnas yang levelnya hanya se-Jawa Bali. Dari skor ini setidaknya cabor sudah bisa memperkirakan,” tegasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia