Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Harga Cabai Rawit Fluktuatif

15 Januari 2018, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

NAIK TURUN: Sariyah siap menimbang cabai rawit di Pasar Wongsorejo, Banyuwangi

NAIK TURUN: Sariyah siap menimbang cabai rawit di Pasar Wongsorejo, Banyuwangi (Krida Herbayu/JPRB)

JawaPos.com – Harga cabai rawit masih cenderung fluktuatif di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyuwangi kemarin (13/1). Naik-turunnya harga komoditas itu disebabkan pasokan dari petani cabai lokal berkurang.

Sariyah, 55, seorang pedagang kebutuhan bumbu dapur di Pasar Wongsorejo mengatakan, pasokan cabai di wilayah tersebut didapatkan pedagang dari petani di berbagai daerah. Cabai yang beredar di Pasar Wongsorejo berasal dari petani di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Bondowoso. Sebab akhir-akhir ini, pasokan petani cabai lokal di Kecamatan Wongsorejo berkurang.

Pedagang juga mengurangi porsi kulakan cabai selama sepekan terakhir. Karena tingginya curah hujan di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, menyebabkan bahan baku utama sambal tersebut tidak bisa tahan lama. Selama ini, cabai memang dikenal tidak bisa disimpan terlalu lama karena mudah busuk.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pasar Banyuwangi, Pasar Wongsorejo, dan Pasar Rogojampi, harga cabai rawit pekan lalu (6/1), mengalami kenaikan dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram (kg). Kemudian pada hari Kamis lalu (11/1), harga cabai terpantau menurun dari Rp 40.000 per kg menjadi Rp 38.000 per kg. Untuk hari Jumat lalu (12/1), harga cabai kembali naik dari Rp 38.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg. ”Sabtu hari ini (kemarin, Red) harganya bertahan Rp 40.000. Naiknya dan turunnya harga cabai juga tiba-tiba tergantung dari pemasok dan jumlah stok yang ada,” jelas Sariyah, pedagang di Pasar Wongsorejo.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi Ketut Kencana Nirha Saputra mengatakan, pihaknya terus memantau harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras, bumbu dapur, dan sayur mayur. Petugas Disperindag selalu mengecek harga sejumlah komoditas pangan terutama bahan pokok setiap hari. Dengan begitu, Disperindag Banyuwangi dapat mengetahui naik dan turunnya harga komoditas tersebut di pasaran. ”Dapat dipastikan, stok pangan di Banyuwangi cukup. Kami juga terus memantau gudang-gudang agar pengepul tidak menumpuk stok komoditas tertentu,” tegas Ketut.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia