Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

PPNI Kembangkan Nursing Tourism

05 Januari 2018, 15: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PELATIHAN: PPNI mengajarkan penanganan pertolongan pertama kepada wisatawan.

PELATIHAN: PPNI mengajarkan penanganan pertolongan pertama kepada wisatawan. (PPNI For RaBa)

BANYUWANGI - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Banyuwangi mengembangkan program nursing tourism di Bumi Blambangan. PPNI fokus menggarap aspek kenyamanan dan keselamatan wisatawan. Saat ini, kerja sama program nursing tourism sedang dikembangkan di sejumlah homestay di daerah Karangasem, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.

Ketua Umum DPD PPNI Kabupaten Banyuwangi Sismulyanto SKepNers Mkes mengatakan, sektor pariwisata menjadi bahan perbincangan hangat akhir-akhir ini. Hampir setiap kabupaten/kota bersaing untuk mengembangkan sektor tersebut. ”Harapannya dapat menarik minat wisatawan lokal dan asing, yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan pemerintah daerah dan masyarakat,” terangnya.

Dalam pengembangan tersebut, imbuh dia, sebagian besar berfokus pada aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Namun, aspek kesehatan pengunjung masih belum tersentuh secara optimal. Padahal, kesehatan pengunjung merupakan faktor yang sangat penting, sehingga pengunjung dapat menikmati fasilitas yang ditawarkan dengan optimal tanpa adanya gangguan kesehatan. ”Termasuk penyakit yang mungkin terjangkit selama berada di objek wisata tersebut,” katanya.

Berkenaan dengan hal tersebut, lanjut dia, PPNI Banyuwangi memandang perlu untuk mengembangkan aspek kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung secara sinergis melalui program nursing tourism. Program nursing tourism merupakan salah satu bentuk kerja sama PPNI dengan pemerintah daerah. ”Tujuannya, guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ekonomi kreatif dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Program nursing tourism meliputi kebersihan bangunan. Seperti kamar bebas serangga dan nyamuk, kebersihan ruang makan, dan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, penyediaan air bersih dan makanan sehat. Kemudian, pemeriksaan kondisi kesehatan pengunjung secara berkala. ”Ditambah lagi, penanganan pertolongan pertama dan kegawatdaruratan wisatawan oleh pemilik homestay atau biro perjalanan,” imbuh Sismulyanto.

(bw/rbs/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia