Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Denyut Perekonomian di Jalan Irian Jaya Lesu

28 Desember 2017, 08: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SEPI: Suasana di Jalan Irian Jaya, sore kemarin. Pemilik toko mengeluh karena jarang masyarakat yang datang berbelanja.

SEPI: Suasana di Jalan Irian Jaya, sore kemarin. Pemilik toko mengeluh karena jarang masyarakat yang datang berbelanja. (Habibul Adnan/JPRS)

Share this          

SITUBONDO - Denyut perekonomian di Jalan Irian Jaya masih lesu. Ini berdasarkan pengakuan dari sejumlah pemilik pertokoan di sepanjang jalan tersebut.  Mereka mengaku kondisi masih belum berubah pasca dilaksanakannya sejumlah kegiatan oleh Pemkab Situbondo.

Perlu diketahui, pemerintah sudah beberapa kali menggelar kegiatan di Jalan Irian Jaya. Seperti Situbondo Retro Festival beberapa waktu lalu. Di jalan tersebut juga pernah dilaksanakan pengecatan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menghidupkan perekonomian di tempat itu.

Ahmad, salah satu pemilik toko mengatakan, pendapatan dari hasil penjualan mereka tidak pernah meningkat. Sebab, pengunjung di tokonya sering sepi. “Rata-rata mas, jarang sekali ada yang datang ke sini. Dulu sama mikirnya akan ramai setelah ada kegiatan,” katanya.

Dia mengatakan, saat dilaksanakan kegiatan oleh pemerintah, dirinya cukup senang. Sebab, dia merasa hal tersebut akan memancing minat warga untuk berbelanja ke pertokoan yang ada di jalan Irian Jaya. “Tapi nyatanya seperti ini,” katanya.

Bahkan, ada beberapa pertokoan yang jarang buka. Tidak sedikiti juga yang sudah tutup. Karena itu, Ahmad berharap ada upaya dari pemkab Situbondo untuk memperlancar usaha-usaha masyarakat di sana. “Karena kami tidak ingin kehilangan mata pencarian,” ujarnya.

Dalam pandangannya, butuh inovasi untuk menghidupkan menghidupkan denyut perekonomian di Jalan Irian Jaya. Makanya, Ahmad mengaku setuju dengan dilaksanakan sejumlah kegiatan. “Saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan pemerintah,” katanya.

Hal senada disampaikan Kurniawan, pemilik toko yang lain. Dia juga berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah terkait dengan matinya usaha masyarakat. “Kalau hidup tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi pemerintah juga,” katannya

Sekda Syaifullah belum bisa dimintai tanggapan tentang keluhan dari para pemilik pertokoan itu. Hand Phone nya tidak aktif. Beberapa kali ditelepon tidak bisa.

Baca juga: Tamansari Terima ADD Paling Besar, Gitik Terkecil

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news