Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

PABBSI Kesulitan Jaring Atlet Binaraga

23 Desember 2017, 11: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

REGENERASI: Selama ini atlet binaraga Banyuwangi didominasi generasi senior. Tahun depan, PABBSI mulai menjaring binaragawan berusia muda.

REGENERASI: Selama ini atlet binaraga Banyuwangi didominasi generasi senior. Tahun depan, PABBSI mulai menjaring binaragawan berusia muda. (Galih Cokro/Jawa Pos)

Share this          

BANYUWANGI – Cabor binaraga, angkat berat, dan angkat besi selama ini masih tampak bertahan dengan menggunakan atlet-atlet seniornya di setiap kejuaraan. Terutama di cabang binaraga. Rupanya cabor tersebut mengaku cukup kesulitan untuk merekrut atlet-atlet binaraga baru di Banyuwangi.

Ketua PABBSI Banyuwangi, Beni Hiar mengatakan, cabornya sebenarnya sangat membutuhkan regenerasi atlet baru. Khususnya untuk binaraga. Namun di Banyuwangi selama ini cukup sulit untuk merekrut binaragawan potensial. Salah satu hal yang membuat sulitnya menjadi binaragawan menurut Beni adalah terbentuknya otot dari atlet. Menurutnya otot dari manusia bisa mulai terbentuk maksimal sejak usia 17 tahun.

Cepat tidaknya terbentuknya otot menurutnya juga tergantung bagaimana pola latihan atlet tersebut. Untuk atlet binaraga sendiri, Beni mengatakan PABBSI membutuhkan atlet berusia maksimal 21 tahun. Dengan kondisi muscle (otot) minimal sudah cukup jadi. Yaitu 40 persen di bagian kaki, 20 persen di bagian perut, dan 40 persen untuk bagian dada tangan dan leher.

“Biasanya kita merekrut atlet dari hasil kejuaraan yang kita gelar. Setelah itu baru kita bina untuk jadi atlet kita. Tapi kita juga siap seandainya ada yang memenuhi kriteria itu, nanti kita seleksi,” ujar Beni.

Selain itu, terkadang PABBSI Banyuwangi juga memantau beberapa atlet binaraga asal Banyuwangi yang berangkat secara mandiri mengikuti kejuaraan di luar Banyuwangi. 

“Sementara kita masih punya lima binaragawan, dua atlet angkat berat dan satu atlet angkat besi. Tapi kita juga butuh regenarsi, Karena untuk binaraga ini proyeksinya untuk jangka panjang. Memang tidak mudah membentuk binaragawan, tetapi sekarang kita juga sering menemui atlet yang ototnya cepat terbentuk karena bantuan suplemen” ujarnya.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan atlet binaraganya, PABBSI juga berupaya terus melakukan pemantauan di berbagai Kejuaraan. Termasuk rencana untuk kembali menggelar kejuaraan di Banyuwangi pada tahun depan.

“Kita juga sedang berkomunikasi dengan Pengprov PABBSI untuk bisa mengupayakan aturan usia di POrprov 2019 menjadi 30 tahun. Jadi kita bisa merekrut dan memainkan atlet yang sudah siap . karena untuk memenuhi usia yang muda cukup sulit di sini. Nanti di Kejuaraan yang kita gelar akan kita adakan kelas Binaraga new beginning dan body contest untuk binaragawan muda,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dua cabang lainya yaitu angkat berat dan angkat besi yang juga berada di bawah PABBSI, Beni mengatakan sebenarnya melihat ada cukup banyak potensi di Banyuwangi, terutama Banyuwangi selatan. ”Kalau angkat berat dan angkat besi ini lebih terukur. Angkat berat minimal bisa mengangkat barble dengan berat 45 kilogram, sedangkan angkat besi yang dinilai teknik pengangkatanya. Kalau untuk kelas ini kita masih ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia