Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Pembangunan RTLH Selesai Sesuai Target

21 Desember 2017, 17: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi memantau salah satu proyek RTLH yang selesai tepat waktu.

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi memantau salah satu proyek RTLH yang selesai tepat waktu. (Habibul Adnan/JPRS)

Share this          

SITUBONDO – Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi bersama pegawai di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) kemarin (19/12) melakukan monitoring program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Peninjauan tersebut untuk melihat secara langsung progres pengerjaan RTLH.

Wabup Yoyok menerangkan, secara umum, pengerjaannya sudah cukup memuaskan. Sebab, untuk anggaran tahun 2017 ini, dipastikan bisa selesai tepat waktu. “Meskipun di beberapa titik ada yang belum selesai, tapi saya yakin akhir Desember tuntas semua,” katanya.

Dari segi jumlah juga sesuai dengan target. Yoyok mengaku, pada tahun ini, pemerintah menargetkan membangun 1.200 rumah tidak layak huni. “Targetnya sudah sampai,” katanya.

Dari 1.200 unit itu, 108 rumah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 652 rumah. “Sisanya dari CSR, LPM Merak dan pihak-pihak lain yang ikut berpartipasi,” ujar Yoyok.

Masalah kualitas, tentu masih belum sempurna. Sebab, anggaran dari pemerintah untuk pembangunan tiap-tiap RTLH masih minim. “Hasil tahun ini akan menjadi bahan evaluasi tahun-tahun berikutnya agar lebih baik lagi,” ujar Yoyok.  

Karena itu, pada penganggaran tahun 2018 nanti, tidak menutup kemungkinan anggarannya akan ditambah. “Untuk anggaran RTLH tahun 2018 mendatang sama dengan 2017 karena perubahan anggaran sudah ditetapkan DPRD,” katanya.

Yoyok mengaku, biaya RTLH yang bersumber dari Anggaran APBD sebesar Rp.10 juta untuk satu rumah. Dia berencana, tahun 2019 nanti akan diusahakan lebih besar. “Kalau bisa sama dengan anggaran yang dari APBN, Rp.15 juta untuk satu rumah,” janjinya.

Lokasi pertama yang dimonitoring tim kemarin di Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo. Di tempat ini terdapat proyek RTLH yang bersumber dari DAK. Tim juga memantau pembangunan program MCK di Kelurahan Mimbaan, Panji. Wabup bersama rombongan juga meninjau program RTLH dan jambanisasi di Desa Bantal dan Desa Perante, Kecamatan Asembagus.

Kepala DPKP Situbondo, Sumadin mengatakan, monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung hasil pengerjaan beberapa proyek RTLH, MCK, maupun Jambanisasi. Sebab, akhir tahun nanti, semuanya sudah harus selesai.

Berdasarkan hasil monitoring, khusus untuk RTLH, Sumadin mengaku hasilnya cukup memuaskan. Menurutnya, dengan program tersebut akan mengurangi rumah tidak layak huni di Situbondo. “Karena tiap tahun ada seribu lebih RTLH yang bisa dibangun,” katanya.

Dia menambahkan, DPKP yang membidangi pembangunan RTLH akan terus melakukan pengawasan agar hasilnya sesuai harapan. “Kita akan memantau terus karena ini adalah amanah,” pungkasnya.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia