Minggu, 18 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Enam Bulan Sekali Dianjurkan Check Up

Senin, 18 Dec 2017 05:05 | editor : Ali Sodiqin

REKAM JANTUNG: Seorang pasien sedang melakukan MCU Rekam Jantung di klinik RSAH Genteng, beberapa waktu lalu.

REKAM JANTUNG: Seorang pasien sedang melakukan MCU Rekam Jantung di klinik RSAH Genteng, beberapa waktu lalu. (RSAH FOR RABa)

BANYUWANGI – Mencegah lebih baik dari mengobati. Spirit itu sepertinya cocok untuk menggambarkan kondisi tidak mengenakkan saat sakit menyerang seseorang. Tidak hanya tenaga saja yang terkuras, saat sakit pun membutuhkan biaya yang besar untuk bisa kembali sehat.

Menyadari pentingnya kesehatan tersebut maka perlu kiranya melakukan serangkaian upaya pencegahan. Pola hidup dan makan yang sehat bisa membuat seseorang sulit untuk mengalami sakit. Lebih mendasar lagi, perlu kontrol kesehatan rutin secara berkala sebagai antisipasi potensi munculnya penyakit tertentu.    

”Pemeriksaan rutin itu penting setidaknya enam bulan sekali harus melakukan medical check-up,” saran dokter Finda Ferdiana. 

Ditambahkannya, ragam medical check-up (MCU) yang dilakukan sebenarnya banyak manfaatnya. Di antaranya mengetahui status kesehatan sejak dini. Pemeriksaan rutin setidaknya bisa mengantisipasi kalau ada bibit-bibit penyakit di dalam tubuh. Tes kesehatan itu di antaranya tes darah yang berfungsi untuk mengetahui level gula dalam darah hingga kolesterol.

Bukan itu saja, cek kesehatan rutin juga bisa sebagai media untuk mencegah penyakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan setidaknya menjadi senjata mencegah timbulnya penyakit, khususnya penyakit kronis.  Tindakan medis pun bisa dilakukan lebih cepat. Manfaat lainnya yakni memantau riwayat penyakit.

Dengan cek kesehatan rutin bisa menjadi sarana memantau kondisi tubuh. Saat sakit, petugas medis bisa mengambil langkah-langkah yang perlu diambil guna mencegah penyakit semakin parah. ”Bisa sebagai petunjuk penanganan karena bila ada riwayat penyakit,” ujarnya.

Cek medis yang dilakukan biasanya dimulai dengan pemeriksaan awal. Ini dilakukan untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang berupa uji laboratorium seperti cek darah lengkap, urine, fungsi hati, fungsi ginjal, fungsi jantung, kolesterol, dan gula darah. Bahkan bila diperlukan bisa dilakukan melalui radiologi seperti foto dada atau thorax atau rontgen.

(bw/nic/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia