Selasa, 20 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Entertainment

Kejurkab Pencak Silat Diikuti Ribuan Peserta, Data Atlet Diverifikasi

15 Desember 2017, 10: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

VERIFIKASI DATA: Calon peserta Kejurkab Pelajar IPSI 2017 tengah menyerahkan berkasnya kepada panitia Kejurkab IPSI di kantor KONI Banyuwangi.

VERIFIKASI DATA: Calon peserta Kejurkab Pelajar IPSI 2017 tengah menyerahkan berkasnya kepada panitia Kejurkab IPSI di kantor KONI Banyuwangi. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Kejurkab Pelajar yang akan digelar IPSI Banyuwangi memang baru akan digelar 19 Desember mendatang. Namun, sejak kemarin (11/12) ratusan pendaftar sudah mulai datang untuk melakukan verifikasi data di kantor KONI Banyuwangi yang digunakan panitia sebagai tempat verifikasi berkas.

Tidak heran kenapa panitia melakukan verifikasi lebih awal. Karena dari data pendaftaran online, tercatat ada 1.954 peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Kejurkab Pelajar yang digelar di GOR Tawangalun itu. Sekretaris Kejurkab IPSI Banyuwangi, Suci Hartono mengatakan verifikasi dilakukan selama tiga hari, pada tanggal 11,12 dan 13 Desember. Untuk hari pertama di gunakan untuk memverifikasi data peserta dari Sekolah dasar, lalu esoknya untuk jenjang SMP dan terakhir SMA.

Dia juga menambahkan, verifikasi memang harus segera dilakukan mengingat tingginya jumlah peserta. Jadi sebelum kejuaraan digelar semuanya sudah terverifikasi sehingga panitia memudahkan pembagian bagan untuk para peserta.

“Yang datang perwakilan pelatih atau pengurus ekstrakulikuler. Mereka mewakilkan anak didiknya dengan membawa raport atau surat keterangan aktif dari sekolah, kemudian rekomendasi dari sekolah, surat sehat dan kartu pelajar. Sengaja kita gelar lebih awal supaya semuanya bisa terverifikasi dengan benar,” imbuhnya.

Meski tercatat ada 1.954 pendaftar online yang akan mengikuti Kejurkab, namun Suci menilai kemungkinan hanya ada sekitar 1.500an peserta yang berpartisipasi. Hal itu menurutnya dikarenakan seringkali ada beberapa atlet yang mendaftar dua kali. Meski jumlah pendaftar kemudian menyusut, Suci menilai jumlah tersebut sebenarnya masih cukup besar. Karena itu Kejurkab IPSI selalu digelar hingga 10 hari lamanya.

“Tahun lalu jumlah pendaftarnya 2000-an, setelah diverifikasi menyusut jadi 1500. Tapi tetap kita gelar 10 hari, itu pun sebenarnya belum cukup. Karena kadang pertandingan kita gelar sampai tengah malam. Tapi bagaimana lagi, kita tidak mungkin memperpanjang waktu pertandingan. Karena hubungannya dengan sewa tempat dan biaya operasional,” terangnya.

IPSI sendiri, menurut Suci, sudah berusaha menaikkan biaya pendaftaran untuk membuat kuantitas pendaftar lebih efisien. Namun ternyata jumlah insan silat di Banyuwangi memang cukup besar. Dan akhirnya panitia mau tidak mau tetap menyelenggarakan kejuaraan seperti biasanya. Yaitu digelar selama 10 hari dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin.

“Sempat ingin dibuat dua kali setahun kejurkab ini. Yang pertama jenjang SD-SMP lalu SMA dan Umum. Tapi rupanya hal ini cukup memakan anggaran, dan kita tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya untuk Kejurkab. Untuk satu kejurkab saja bisa 150-an juta. Apalagi dua,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia