Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

SMAN 1 Banyuputih Seminar Anti Narkoba-Penanganan HIV/AIDS

06 Desember 2017, 18: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERPESAN: Kepala SMAN 1 Banyuputih, Gatot Dwi Pujihandoko memberikan sambutan pada acara seminar.

BERPESAN: Kepala SMAN 1 Banyuputih, Gatot Dwi Pujihandoko memberikan sambutan pada acara seminar. (Habibul Adnan/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

Share this          

BANYUPUTIH – Siswa SMAN 1 Banyuputih Sabtu (30/11) lalu mengikuti seminar anti narkoba dan penanganan HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh sekolahnya. Dalam kesempatan itu, materi disampaikan oleh para nasumber yang kompeten.

Selain siswa SMAN 1 Banyuputih, seminar juga diikuti siswa sekolah lain. Diantaranya, perwakilan siswa SMPN 2 Banyuputih, siswa SMP Kristen YBPK, dan siswa SMK Miftahul Ulum.

Kepala SMAN 1 Banyuputih, Gatot Dwi Pujihandoko mengatakan, seminar tersebut sebagai perwujudan program pemerintah berupa penanggulangan bahaya narkoba. “Dimana Indonesia saat ini berstatus darurat narkoba,” ujarnya.

Dengan adanya seminar tersebut, Gatot berharap, siswa SMAN 1 Banyuputih secara khusus, dan generasi muda yang ada di Kecamatan Banyuputih secara umum, dapat terselamatkan dari ancaman bahaya narkoba.  “Sehingga akan terbentuk akhlak mulia, bisa membanggakan orang tua, negara dan bangsa,” tambahnya.

Gatot menambahkan, seminar yang dilaksanan Sabtu lalu itu adalah kali ketiga di sekolahnya. Itu merupakan rangkaian dari kegiatan seminar anti narkoba dan penaanggulangan HIV/AIDS di SMAN 1 Banyuputih.

“Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada para narasumber dan tamu undangan yang berkenan hadir dan menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu kepada siswa-sisi kami,” pungkas Gatoto.

Karnadi, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo saat membuka acara seminar mengaku sangat mengapresiasi pelakasanaan seminar tersebut. Dia mengatakan, kegiatan itu perlu terus dilakukan untuk membentengi remaja dari bahaya narkoba maupun HIV/AIDS.

Dia menambahkan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah mengupayakan berbagai kegiatan dalam mencegah narkoba. Misalnya  acara yang dikemas dalam kegiatan-kegiatan lingkungan, kegamaan, serta sosial.

“Akan tetapi itu semua tidak akan maksimal apabila tidak terjalin kerja sama secara berkesinambungan dari berbagai elemen. Diantaranya keluarga dan lingkungan sekolah,” katanya.

Karena itulah, penanggulangan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama. “Media Sosial saat ini menjadi salah satu alat penyebaran narkoba yang paling berbahaya karena penyebarannya sulit  dideteksi. Sehingga diperlukan kontrol dari keluarga agar memantau dan mendampingi anak-anaknya supaya tercegah dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Pemateri yang dihadirkan diantaranya, Iptu Bambang Irianto,Kapolsek Banyuputih. Dia memberikan materi tentang bimbingan dan penyuluhan narkoba. Pembicara kedua adalah Agus Fauzi. Asisten bupati itu mewakili Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi yang berhalangan hadir.

Pengertian narkotika dan psikotropika dari sisi medis dipaparkan oleh Budiono, tim medis dari Puskesmas Banyuputih. Narasmuber terakhir, dr. Imam dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) Situbondo.

Di penghujung acara, dilakukan penyerahan sertifikat seminar secara simbolis kepada tiga perwakilan siswa. Penyerahannya dilakukan Winarto, perwakilan dari Dinas Pendidikan Jatim Cabang Situbondo.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia