Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon-featured
Events
Lomba Foto On The Spot

Ini Asli Fotografer, Bukan Photoshoper

27 November 2017, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Peserta loma

Peserta loma (Rendra Kurnia/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

Share this          

ROGOJAMPI – Lomba foto pengairan on the spot dengan tema ”Air dan Manusia” sukses besar. Lomba yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi itu juga menuai banyak pujian.

Ratusan peserta lomba foto pengairan sudah berkumpul di sekitar Dam Gembleng, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, sejak pagi kemarin (25/11). Mereka bersiap sambil menenteng kamera dan sejumlah peralatan lainnya. Mereka juga beradaptasi dengan sekitar lokasi untuk mencari lokasi hunting.

Usai melakukan registrasi dan seremonial pembukaan, para peserta langsung melakukan hunting on the spot di sekitar dam terbaik di Rogojampi itu.

Ketua Panitia Pelaksana Gerda Sukarno Prayudha mengatakan, para peserta terlebih dahulu menjalani setting kamera sesuai tanggal yang ditentukan oleh panitia. Selanjutnya, para peserta boleh melakukan hunting foto. ”Radius hunting foto dibatasi sejauh dua kilometer dari sekitar Dam Gembleng,” ujarnya.

Mulai pukul 09.00, para peserta langsung berburu gambar di sekitar lokasi dam. Untuk menunjang hasil foto para peserta, panitia juga menyiapkan beberapa orang model. Para model itu berperan sebagai petani, pemancing, dan tukang rakit. Ada juga model yang tampil mengenakan kebaya putih, penjual jamu, dan baju khas kebaya Oseng warna hitam.

Selama hampir dua jam, para peserta mengeksplorasi kawasan sekitar Dam Gembleng. Tepat pukul 11.00, mereka langsung diminta menyetorkan foto hasil hunting. Waktu pengumpulan file foto itu dibatasi sampai pukul 12.00. ”Panitia hanya menerima pengumpulan foto yang telah dipilih sendiri oleh peserta. Foto yang dikumpulkan kepada panitia, maksimal tiga file yang terbaik menurut peserta,” jelas Gerda.

Panitia memang cukup ketat dalam urusan syarat dan ketentuan lomba. Semua itu sepadan dengan hadiah yang disediakan yakni total sebesar Rp 50 juta. Tidak tanggung-tanggung, untuk menilai lomba ini, panitia mendatangkan juri Beky Subechi, Koordinator Foto Jawa Pos Group (JPG) Newsroom.

Setelah seluruh file foto peserta dikumpulkan, dewan juri langsung melakukan penilaian. Ketua Dewan Juri Beky Subechi dibantu dua anggota juri yakni General Manager JP-RaBa Rahman Bayu Saksono, dan Kasi Aset dan Perizinan Dinas PU Pengairan Banyuwangi Priyadi.

Dalam penilaian terungkap, karya foto peserta dari masing-masing kategori cukup bagus dan merata. Bahkan, untuk menentukan pemenang, dewan juri harus beradu argumen di dalam ruangan. ”Saya baru kali ini menjumpai lomba foto on the spot, yang jumlah pesertanya tetap utuh dan bertahan sejak dibuka sampai waktu penganugerahan. Ini sangat luar biasa,” puji Beky Subechi.

Hasilnya, pemenang lomba foto untuk kategori pelajar, juara satu diraih Bakriko Hisyam Huda. Juara kategori Mahasiswa diraih mahasiswi Universitas Negeri Jember, Sariati Koyimah. Sementara untuk kategori umum juara satu diraih oleh Ade Pramana Putra. (Data pemenang lomba, lihat grafis halaman 32).

Sore itu juga, penganugerahan dan penyerahan hadiah lomba foto langsung diberikan kepada para pemenang. Para pemenang berhak menerima hadiah berupa uang pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan. Semua peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai peserta. ”Lomba foto on the spot ini lebih fair. Lokasinya juga asyik dan menarik. Kalau bisa tahun depan lokasinya lebih menantang lagi,” ujar Erwin, salah seorang peserta dari Malang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Dr Ir Guntur Priambodo mengatakan, lomba kali ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga. Sebelumnya, lomba foto pengairan juga diselenggarakan dengan spot hunting di seluruh wilayah Banyuwangi dengan durasi hunting satu bulan. Dampak dari hasil foto pengairan itu, kini banyak lahir destinasi wisata perairan baru di Banyuwangi. ”Dari lomba foto pengairan lahir air terjun Jagir, air terjun Telunjuk Raung, air terjun Selendang Arum, dan masih banyak lagi lainnya. Air terjun itu kini sudah menjadi jujugan wisatawan di Banyuwangi,” ungkap Guntur.

Lomba foto pengairan tahun 2017 ini di gelar di Dam Gembleng. Karena bendung air yang mengaliri sawah seluas 1.735 hektare ini merupakan dam terbaik dalam lomba internal di Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Dia juga tidak menyangka, peserta lomba foto pengairan on the spot terdapat peserta dari luar kota. Peserta ternyata datang dari Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Sidoarjo, Kediri, dan Denpasar, Bali.  ”Tahun depan kami ingin kembali mengajak Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk menggelar lomba foto on the spot di destinasi dam lainnya di Banyuwangi,” pungkas Guntur.

Para juara lomba foto On The Spot.

Para juara lomba foto On The Spot. (Rendra Kurnia/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

(bw/ddy/als/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia