Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Cuaca Ekstrem, Pelabuhan Sempat Ditutup Satu Jam

18 November 2017, 09: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

CUACA BURUK: Aktivitas pelayaran di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih terus diselimuti  mendung sejak tiga hari ini

CUACA BURUK: Aktivitas pelayaran di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih terus diselimuti mendung sejak tiga hari ini (Krida Herbayu/JawaPos.com/RadarBanyuwangi)

Share this          

KALIPURO – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banyuwangi berdampak juga terhadap aktivitas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kondisi ini membuat Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang di bawah perintah Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) mewanti-wanti kepada operator kapal untuk lebih hati-hati.

Kemenhub Dirjen Hubla pun mengeluarkan warning untuk pelayaran. Diperkirakan gelombang ombak dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter di wilayah pantai Jawa, Bali, serta sekitar Samudera Hindia.

Kepala UPP Kelas III Ketapang Eka Cakrawala melalui petugas kesyahbandaran Widodo mengatakan, cuaca memang sulit diprediksi. Untuk perairan Selat Bali bulan ini masih kondusif dibandingkan dua bulan yang lalu. ”Cuaca disertai angin serta kabut berawan muncul setiap bulan November hingga April,” ujar Widodo.

Akibat cuaca tersebut Rabu kemarin (15/11), lalu lintas pelayaran di Selat Bali sempat ditutup sementara. Penyebabnya angin kencang serta jarak pandang yang kurang dari lima meter. Untuk saat ini diperkirakan gelombang ombak setinggi 0,5 hingga 1,5 meter. ”Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat kita tutup selama satu jam,” kata Widodo.

Namun, penutupan tersebut tak sampai  menyebabkan penumpukan kendaraan di kantong parkir pelabuhan maupun kemacetan di jalan raya. ”Aktivitas pelayaran Ketapang-Gilimanuk ditutup antara pukul 14.30 hingga 15.45,” ungkap Widodo.

Manager Operasional PT ASDP Ketapang Ardy Ekapaty menjelaskan, saat ini total armada Kapal Motor Penumpang (KMP) sebanyak 53 unit, Namun yang beroperasi di Selat Bali sebanyak 32 KMP. Sebanyak 20 KMP beroperasi di dermaga Mobile Bridge (MB) dan 12 KMP beroperasi di dermaga Landing Craft Machine (LCM).

”Demi keselamatan penumpang jika cuaca sedang tidak bersahabat UPP Kelas III Ketapang yang bertugas dan berhak mengizinkan kapal berlayar atau tidak,” kata Ardy.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Agung Nugroho mengatakan, awan tebal masih menyelimuti seluruh wilayah Banyuwangi hingga dua pekan mendatang. Angin kencang yang disertai petir dan hujan lebat akan terus mengguyur wilayah Banyuwangi. ”Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih akan mengguyur. Gelombang di sekitar pantai selatan Banyuwangi diperkirakan mencapai tinggi dua meter,” tandas Agung.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia