Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Dokter pun Piawai Padamkan Api

18 Oktober 2017, 11: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIGAP: Suasana latihan alat pemadam api ringan di Rumah Sakit Al Huda, Genteng.

SIGAP: Suasana latihan alat pemadam api ringan di Rumah Sakit Al Huda, Genteng. (RSAH FOR RABA)

GENTENG - Sebagai Rumah Sakit (RS) yang berfokus pada keselamatan pasien, RS Al Huda selalu berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kali ini, mereka menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Kamis lalu (12/10).

Pelatihan itu dalam rangka tanggap darurat bencana kebakaran dan evakuasi. Pelatihan yang dimotori tim K3 RS itu dirangkai dalam beberapa kegiatan, termasuk evakuasi bencana dalam Disaster Plan RS Al Huda.

Budi Hartono SKep, Manajer Fasilitas Dan Keselamatan RSAH mengatakan, pelatihan penggunaan APAR diikuti oleh seluruh karyawan RSAH. ”Seluruh karyawan medis maupun nonmedis ikut. Bahkan, seluruh jajaran manajerial termasuk direktur juga ikut terlibat,” tuturnya.

Tidak heran, pelatihan itu diikuti antusias oleh seluruh karyawan RSAH. Pelatihan itu juga menarik perhatian beberapa keluarga pasien. Dengan dipandu instruktur berkompeten dari rekanan, kegiatan ini digambarkan seolah-olah memang terjadi kebakaran. ”Kebakaran adalah salah satu jenis keadaan darurat yang berpotensi menjadi bencana, bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Ketenangan dan kewaspadaan dalam menghadapi kebakaran menjadi kunci untuk mengontrol dan mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas,” jelas Budi Hartono.

Budi mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bencana kebakaran tidak terjadi. ”Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab personel, peningkatan kewaspadaan, dan kesiagaan. Pengawasan terhadap bahan-bahan rawan terbakar, adanya standar prosedur yang jelas pada setiap peralatan, dan lain sebagainya,” bebernya.

Untuk mencapai tahap tersebut, kata Budi, diperlukan latihan rutin berkelanjutan. Insting karyawan terhadap kewaspadaan bencana kebakaran diasah secara berkala. Sehingga tercipta kondisi siaga bencana. Dengan keberadaan petugas terlatih, Pasien dan seluruh pengunjung merasa aman, fasilitas sarana prasarana terjaga dengan baik, dan pelayanan bisa diberikan seoptimal mungkin.” pungkasnya.

(bw/rbs/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia