Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan
RS Al Huda Genteng

Berikan Kemudahan Peserta Asuransi

11 Oktober 2017, 14: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MUDAH: Petugas pendaftaran melayani peserta asuransi kesehatan di Rumah Sakit Al Huda.

MUDAH: Petugas pendaftaran melayani peserta asuransi kesehatan di Rumah Sakit Al Huda. (RSAH FOR RABA)

GENTENG- Pelayanan kesehatan bagi peserta asuransi dapat diakses dengan mudah di RS Al Huda Genteng. Rumah sakit ini telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 93 asuransi kesehatan serta perusahaan kerja sama dalam negeri maupun luar negeri.

Beberapa asuransi yang sudah bekerja sama antara lain BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Jasa Raharja. Ada juga asuransi swasta seperti In Health Indemity, BNI life, Prudential, Asuransi Sinarmas, Asuransi Aviva, Asuransi Manulife, Asuransi Lippo, PT KAI, dan lain-lain.

Marketing RS Al Huda Primania Kemy Dinawati AMd menjelaskan, lingkup kerja sama dengan asuransi ini meliputi berbagai macam pelayanan kesehatan. Pihaknya melayani rawat jalan maupun rawat inap. ”Kerja sama dengan berbagai macam asuransi ini merupakan upaya untuk memudahkan semua peserta asuransi dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan di antara asuransi tersebut beberapa ada yang menjalin Coordination of Benefit (COB). Di mana, BPJS dan asuransi swasta dapat saling berbagi manfaat dalam pelaksanaan perlindungan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Primania menambahkan, kesehatan merupakan harta yang paling bernilai melebihi segalanya. Maka sudah selayaknya dalam era yang serba modern seperti sekarang ini setiap orang dapat terlindungi oleh asuransi kesehatan.

Dengan asuransi, kata dia, pasien akan dapat dengan mudah melakukan pengobatan baik rawat jalan maupun rawat inap tanpa harus membayar terlebih dahulu. ”Menjadi tanggung jawab rumah sakit untuk menagihkan atas biaya pelayanan kesehatan bagi peserta asuransi tersebut,” imbuhnya.

Prima menjelaskan, secara umum prosedur penerimaan pasien asuransi di RS Al Huda sangat mudah. Peserta atau pasien yang akan berobat cukup menunjukkan kartu peserta asuransi kepada petugas pendaftaran. ”Tentunya kartu kepesertaan tersebut yang masih berlaku dan asuransi yang digunakan sudah bekerja sama dengan RS Al Huda,” katanya.

Namun, bagi peserta asuransi yang belum bekerja sama, RS Al Huda tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan karena peserta dapat meminta surat jaminan dari asuransi. Untuk pelayanan rawat jalan, lanjut dia, peserta pertama kali harus menunjukkan kartu kepesertaan asuransi yang masih berlaku kepada petugas pendaftaran rawat jalan. Selanjutnya petugas pendaftaran akan memverifikasi kartu kepesertaan tersebut. ”Tujuannya adalah untuk mencocokkan apakah kartu yang digunakan sesuai dengan identitas peserta atau pasien,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengetahui batasan manfaat yang dapat digunakan peserta dalam melakukan pelayanan kesehatan.  Pasien atau peserta asuransi dapat melakukan pemeriksaan sesuai dengan manfaat yang dimilikinya baik untuk pemeriksaan dokter umum, dokter gigi, maupun dokter spesialis.

Dijelaskan, ada beberapa asuransi yang sudah menggunakan jaringan elektronik dalam pengelolaan administrasinya. Hal ini sangat memudahkan baik bagi peserta asuransi itu sendiri, maupun untuk pihak rumah sakit. ”Dengan menggunakan mesin EDC yang ada di RS Al Huda, kartu peserta dengan logo asuransi tersebut langsung bisa mengakses manfaat dan batasan limit yang bisa digunakan,” tuturnya.

Prima menjelaskan bahwa untuk pasien atau peserta asuransi yang akan rawat inap, tata caranya hampir sama dengan pelayanan peserta asuransi yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia