Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Awali Workshop RPP dengan Aksi Peduli Rohingya

19 September 2017, 09: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PEDULI SOSIAL: SMAN 1 Giri menyerahkan bantuan Rp 5 juta kepada muslim Rohingya melalui Lembaga masyarakat ACT.

PEDULI SOSIAL: SMAN 1 Giri menyerahkan bantuan Rp 5 juta kepada muslim Rohingya melalui Lembaga masyarakat ACT. (GERDA SUKARNO/RaBa)

BANYUWANGI – Sebagai sekolah rujukan, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Giri (Smagi) harus bisa menularkan ide kreatifnya kepada sekolah imbas. Untuk itu, Smagi melaksanakan workshop Rencana Program Pembelajaran (RPP) bersama lima sekolah imbas.

Sekolah imbas yang dimaksud adalah SMAN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Rogojampi, SMAN 1 Genteng, SMAN 2 Genteng, dan SMAN 1 Glenmore. Dari kelima sekolah tersebut sebanyak 120 guru mengikuti workshop yang berlangsung Sabtu (16/9) lalu di Aula Smagi.

Hadir dan sekaligus membuka workshop tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Wilayah Banyuwangi, Istu Handono. Sebelum workshop berlangsung, diawali oleh penyerahan sumbangan siswa dan guru Smagi kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang peduli terhadap bencana kemanusiaan di Rohingya, Myanmar.

Workshop RPP kali ini lebih berbasis pada 4C, literasi, dan pembelajaran HOTS. Program 4C yang dimaksud adalah critical thinking atau berpikir kreatif, creativity atau kreatifitas, collaborations atau berkolaborasi, dan communication atau komunikasi. Artinya, dalam proses pembelajaran anak didik didorong untuk berpikir kritis dan kreatif dalam bentuk kerja tim dan mampu berkomunikasi dengan orang lain.

Sementara literasi, siswa dituntut tidak hanya mampu membaca materi pembelajaran, terutama bahan bacaan. Tetapi juga mampu menalar dan menerjemahkan dalam bentuk sebuah kesimpulan. Dengan begitu pendapat dan imajinasi siswa bisa berkembang luas.

Sementara pembelajaran HOTS yang dimaksud adalah Higher Order Tinking Skill. Menurut Mudjib, Kepala Smagi, HOTS yang dimaksud adalah berpikir tingkat tinggi. Artinya, dalam pembelajaran guru wajib mendorong anak didiknya mampu menalar dan melogika dalam menghadapi problem keseharian yang kontekstual.

“Ditambah ada wacana bahwa UNBK tahun ini memuat soal penalaran dan logika,” ujar Mudjib. Smagi sendiri selaku sekolah rujukan terus melengkapi diri menuju digital edukasi. Diantaranya sistem absensi dan pembayaran berbasis IT. Sedangkan literasi itdak hanya siswa tetapi guru juga dibuatkan perpustakaan khusus guru. (*/als/c1)

SERIUS: Peserta RPP sekolah imbas yang berlangsung di SMAN 1 Giri selaku sekolah rujukan.

SERIUS: Peserta RPP sekolah imbas yang berlangsung di SMAN 1 Giri selaku sekolah rujukan. (GERDA SUKARNO/RaBa)

(bw/als/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia