Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu
Opini Sabtu

Pengolahan Pascapanen

Oleh: Untung Apriliyanto

12 Agustus 2017, 17: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pengolahan Pascapanen

Pertanian merupakan sektor utama di Negara Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris ini. Sebagian besar rakyat Indonesia merupakan petani. Walaupun demikian, banyak petani Indonesia yang hidup di bawah garis kesejahteraan. Sehingga, sektor pertanian di Indonesia bukan lagi sektor yang menggiurkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup. Padahal, disadari ataukah tidak sektor pertanian merupakan sektor paling vital dalam keberlangsungan hidup manusia. Manusia sebenarnya bisa hidup tanpa teknologi tapi manusia tidak akan bisa hidup tanpa makanan. Sebagian besar makanan dihasilkan dari sektor pertanian.

Melihat kondisi tersebut, seharusnya pemerintah dan petani bersinergi dalam meningkatkan sektor pertanian. Dalam meningkatkan sektor pertanian hal yang pertama perlu dilakukan adalah meningkatkan kesejahteraan para petaninya. Tujuannya, agar petani semangat meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka. Salah satu cara meningkatkan kesejahteraan petani adalah melalui pengolahan pascapanen. Pascapanen adalah kegiatan yang dilakukan petani selama ini dalam mengolah dan menjual hasil pertanian mereka. Bagaimana pola panen dan teknologi apa saja yang digunakan  dalam panen akan memberikan gambaran pada perencanaan pengolahan pascapanen oleh para petani.

Selama ini banyak petani yang menjual hasil pertanian mereka secara langsung. Artinya, petani menjual hasil pertanian mereka tanpa melewati proses terlebih dulu. Hasilnya sudah dapat kita ketahui, petani tidak mampu mengontrol harga. Sebab, petani tergantung dengan kebutuhan pasar. Hukum ekonomi pun berlaku, ketika stok barang di pasar sedikit dan kebutuhan meningkat maka harga barang akan mahal. Sebaliknya, ketika stok barang di pasar melimpah, maka harganya akan turun atau bahkan tidak laku sama sekali. Jika hal tersebut yang terjadi, maka petani adalah pihak yang paling dirugikan.

Namun, hal tersebut sebenarnya dapat diatasi jika petani mau sedikit berpikir dan sedikit berusaha mengolah hasil pertanian mereka. Sebab, ketika petani mampu mengubah bahan mentah menjadi bahan olahan, maka petani akan mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian mereka dan juga mampu mengontrol harga jual. Diharapkan, ke depan para petani mampu meningkatkan taraf hidup mereka. Tidak ada lagi kata-kata petani hanya sebagai pihak yang selalu dirugikan. Lebih dari itu, ke depan diharapkan makin banyak lagi pemuda yang berminat menjadi petani. Sebab, menjadi petani merupakan profesi yang mulia dan profesi yang menggiurkan.

Dalam diskusi kecil yang pernah saya ikuti dengan beberapa anggota KAHMI (Korps Alumni HMI) Kabupaten Banyuwangi dalam acara rutin KFJS di Dusun Kalirejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, telah ditemukan formula bahwa dalam meningkatkan kesejahteraan para petani sudah saatnya petani Indonesia, bisa diawali dari Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo, melakukan langkah baru. Langkah baru itu adalah mengolah hasil panen menjadi produk olahan. Namun, memulai langkah baru tersebut diperlukan sebuah kemauan yang besar dari para petani selaku pelaku. Kemudian, selain kemauan petani juga diperlukan dorongan pemerintah daerah.

Sebagai warga Banyuwangi yang melihat berbagai potensi di Kabupaten Banyuwangi sebetulnya bisa menjadi menilai lebih bagi para petani. Gencarnya Pemkab Banyuwangi mempromosikan sektor pariwisata mejadi salah satu keuntungan bagi petani. Petani tidak perlu lagi kesulitan mempromosikan lagi hasil produksinya. Mereka tinggal mendompleng promosi yang dilakukan pemerintah daerah. Yang perlu dilakukan petani hanya mempersiapkan produk, lebih-lebih produk tersebut mengandung brand yang mencirikan Banyuwangi. Kerja sama berbagai pihak sangat diperlukan dalam mewujudkan hal tersebut, sehingga ke depan kesejahteraan petani benar-benar bisa terwujud. Akhirnya, hubungan petani dan berbagai pihak pun menjadi hubungan simbiosis mutualisme, yakni hubungan yang saling menguntungkan.

*) Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNIBA dan aktif di HMI cabang Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia