Jumat, 20 Jul 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Opini Sabtu

Lima Dampak Negatif Pecandu Game Mobile Legends

Sabtu, 14 Apr 2018 14:00 | editor : Bayu Saksono

Lima Dampak Negatif Pecandu Game Mobile Legends

SIAPA yang tidak mengenal game Mobile Legends? Orang tua, remaja, bahkan anak-anak, hampir semua tidak asing lagi memainkan game tersebut.

Game yang sangat digandrungi itu dirilis pada tahun 2016 oleh Moonton. Game yang hampir serupa dengan Dota 2 ini terbilang sukses diunduh oleh penggunanya.

Bayangkan, hingga saat ini, saya melihat di Play Store, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna! Luar biasa. Sangat banyak. Bisa dihitung penghasilan perusahaan game tersebut, mungkin pendapatannya bisa melebihi pendapatan dari game Pokemon Go yang sempat booming pada awal tahun 2017 silam. Saat itu, Pokemon Go mampu meraup pendapatan perusahaan Rp 13,3 triliun per awal Januari 2017!

Tentu, yang dapat keuntungan para developer game tersebut. Untuk pengguna atau konsumennya, apa untungnya? Memang, game Mobile Legends banyak menawarkan kelebihan. Di antaranya, game dengan grafik yang bagus. Game yang mudah dimainkan, tersedia berbagai macam karakter hero yang beragam, dan bermacam kelebihan lainnya.

Lalu, dampaknya apa ketika kita sering memainkan atau bahkan kecanduan bermain game Mobile Legends? Seperti yang dilansir dari sebuah portal berita pada tanggal 16 September 2017 silam, ada lima dampak yang dialami seseorang jika sudah asyik bermain game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) khususnya game Mobile Legends.

Pertama, pengguna akan lupa waktu. Patut diketahui, jika seseorang sudah asyik bermain game, mereka akan lupa segalanya. Lupa akan tugas, ibadah, kerja, dan lain-lain. Banyak yang rela bergadang hingga larut malam, bahkan menjelang subuh hanya untuk bermain Mobile Legends!

Kedua, dampaknya adalah kurang tidur. Tidur menjadi tidak normal dan tidak teratur, padahal manusia dewasa membutuhkan waktu tidur kurang lebih 7-8 jam per hari. Jika kurang dari waktu tersebut, peluang munculnya penyakit akan lebih rentan menyerang tubuh seseorang.

Ketiga, dampaknya bisa memicu pertengkaran. Entah itu pertengkaran dengan teman, sahabat, maupun pasangan. Seseorang jika sudah asyik bermain dan mereka diganggu maka seseorang itu akan mudah emosi, akan sulit mengendalikan emosinya. Mereka langsung meluapkan dengan cacian atau dengan kata-kata kasar. Bahkan, baru-baru ini beredar video yang cukup viral di media sosial yang memperlihatkan bagaimana kekesalan seseorang ketika ia kalah bermain dan ada yang mengganggu ketika bermain. Reaksinya pun beragam, yang lebih tak terkendali adalah ada seseorang yang sampai membanting smartphone gara-gara kalah bermain.

Keempat, adalah merusak smartphone khususnya baterai. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana jika sudah seru-serunya bermain, asyik menyerang lawan eh muncul notifikasi ”baterai lemah, segera sambungkan ke pengisi daya”. Bisa langsung ditebak, bagaimana respons orang tersebut. Yap, pasti langsung mengambil power-bank / charger untuk mengisi daya baterai. Tentu, mengisi daya baterai sambil terus melanjutkan bermain. Secara perlahan, kegiatan seperti itu akan mengakibatkan rusaknya smartphone, karena penggunaannya yang tidak beraturan, usia ponsel pintar pun akan relatif lebih singkat.

Kelima, menjadikan seseorang asyik sendiri dengan dunia mereka. Tidak peduli kapan waktu dan di mana tempatnya. Jika seseorang sudah bermain game Mobile Legends, mereka akan lupa dengan keadaan yang ada di sekitarnya.

Teman saya pun ada yang demikian, pada saat kuliah sedang berlangsung ia nekat untuk bermain Mobile Legends, padahal di depannya ada dosen. Sejak awal kuliah dimulai hingga selesai kuliah, dia tetap asyik bermain, tak peduli dan tak mendengarkan apa yang disampaikan oleh dosen, ketika diberi tugas pun ia baru tahu pada malam harinya kalau ternyata selama kuliah tadi diberi tugas dan harus dikumpulkan esok hari. Sontak, ketika itu juga Sistem Kebut Semalam (SKS) dilakukan. Hehehe.

Pada dasarnya, bermain game itu sah-sah saja. Asalkan ada batasan dan aturan yang jelas. Utamanya tentang aturan waktu. Kita harus bisa me-manage waktu sebaik mungkin. Prioritaskan waktu kita untuk hal-hal yang jauh lebih penting dan bermanfaat.

Jangan sampai waktu kita yang ada terbuang sia-sia hanya untuk bermain game. Masih banyak aktivitas seru dan bermutu selain bermain game. Misalnya membaca buku. Membaca buku lebih banyak manfaatnya daripada bermain game.

Orang-orang di negara maju pada umumnya dalam sehari bisa menghabiskan waktu 4-6 jam hanya untuk membaca buku! Kita orang Indonesia mampu berapa jam? Jangankan enam jam, satu jam saja rasanya sudah bosan, capek, dan ngantuk.

Menurut riset UNESCO, indeks minat baca Indonesia 0,0001 %. Artinya dari seribu penduduk hanya satu orang yang serius membaca.

Data dari survei tiga tahunan BPS juga mencatat bahwa tingkat minat baca anak-anak Indonesia hanya 17,66 %. Sementara minat menonton mencapai 91,67 persen. Pantas saja orang-orang di negara maju lebih sukses kehidupannya, karena hari-hari mereka diisi oleh kegiatan literasi berbagai macam buku. Sedangkan kita, hari-harinya di isi dengan main game Mobile Legends atau game-game yang lain. Gimana mau sukses?

Malah ada sepasang kekasih yang bertanya satu sama lain. Sebut saja namanya Zilong dan Alice. Kurang lebih begini pertanyaannya. ”Sayang, kapan kita mau nikah? Teman-teman kita sudah pada nikah lho, Yang,” tanya Alice pada Zilong.

”Tunggu aku sukses dulu ya, Sayang. Tunggu aku punya pekerjaan yang mapan, punya tanah, punya rumah, dan punya mobil.” Jawab Zilong dengan mata fokus ke layar smartphone karena dia sedang mabar (main bareng) dengan sang kekasih, Alice.

”Kalau nunggu kamu sukses kapan suksesnya kalau setiap hari kerjaanmu main Mobile Legends melulu, aku juga ingin lihat kamu punya pekerjaan, punya rumah, dan punya mobil!” Keluh Alice sedikit kesal.

Zilong pun menjawab dengan santainya, ”kan aku sudah punya mobil, Sayang...” Alice terkejut dan segera menanyakan kembali untuk memastikan, ”Beneran kamu punya mobil? Mobil apa sayang?”

Zilong pun menjawab singkat, ”Mobile Legends”. Langsung saat itu juga mereka memutuskan hubungannya gara-gara Mobile Legends. Hehehe. (*)

*) Mahasiswa asal Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia