Senin, 23 Jul 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ekonomi Diproyeksi Tumbuh 6,02 Persen

Senin, 19 Mar 2018 11:15 | editor : AF. Ichsan Rasyid

RANCANG ANGGARAN: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Musrenbang 2018 di Hall Hotel Ketapang Indah Banyuwangi Sabtu (16/3).

RANCANG ANGGARAN: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Musrenbang 2018 di Hall Hotel Ketapang Indah Banyuwangi Sabtu (16/3). (HUMAS BWI FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Perkembangan ekonomi dunia dan perekonomian nasional, akan berimplikasi secara langsung terhadap kondisi perekonomian Banyuwangi. Pada akhir Februari 2018, Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyampaikan, bahwa ekonomi global masih menghadapi risiko ketidakpastian, yang harus menjadi perhatian serius negara-negara ASEAN.

Kewaspadaan menghadapi kondisi ini diperlukan karena berdampak pada stabilitas keuangan. Pengenaan tarif impor Amerika Serikat atas produk baja sebesar 25 persen dan aluminium 10 persen diramal dapat mengguncang pertumbuhan perekonomian global.

Namun demikian IMF optimistis, kekuatan ekonomi Indonesia cukup tangguh dalam mengendalikan munculnya berbagai potensi risiko sistemik yang dimungkinkan terjadi. Ekonomi Indonesia diperkirakan terus tumbuh membaik dari 4,9 persen pada tahun 2015 menjadi 5,07 persen pada tahun 2017, dan pada tahun 2018-2019 diharapkan mampu tumbuh pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pada tahun 2018 dan 2019 masih berat. Dengan basis pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Banyuwangi optimistis 2019 ekonomi Banyuwangi mampu mencapai 6,02 persen dari tahun 2018 yang diperkirakan pada kisaran 5,79 persen.

Selain itu, angka kemiskinan diharapkan terus menurun hingga 8,31 persen tahun 2019, indeks Gini sebesar 0,27, tingkat pengangguran terbuka 2,16 persen dan PDRB ADHB sebesar 78,3 triliun rupiah. Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghadapi kondisi tersebut, serta terus berupaya meningkatkan kinerja pada tahun 2019. “Insyaallah, seiring izin Allah SWT, kita akan mempertahankan capaian kinerja kita tahun ini, bahkan akan kita tingkatkan lagi sehingga tahun 2019 menjadi  tahun yang lebih baik,” tegas Anas.

 Menghadapi tahun penuh tantangan itu, tidak ada jalan lain, kecuali kita harus lebih fokus, bekerja lebih keras, dan mencari solusi lebih konkret untuk memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan investasi. APBD yang besarnya hanya lima persen dari PDRB, diharapkan dapat menjadi stimulus guna menjaga kesinambungan ekonomi dan pengurangan disparitas wilayah.

Dalam rangkaian perencanaan dan penganggaran tahun 2019, Bupati Anas, menyampaikan empat hal penting sebagai antisipasi menghadapi tantangan ekonomi 2019; Pertama konsumsi rumah tangga harus dijaga bertahan dan terus tumbuh, sebab 65,6 persen ekonomi Banyuwangi digerakkan oleh sektor konsumsi rumah tangga atau sebesar 46,68 triliun rupiah.

Kedua, investasi; yang menjadi penggerak kedua ekonomi yang menyumbang sebesar 30,89 persen atau sebesar 21,5 triliun rupiah. Melalui investasi diharapkan menambah penciptaan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Ketiga adalah netto antara perdagangan keluar dan ke dalam daerah. Ini penting untuk menciptakan surplus perdagangan. Pada tahun 2017, perdagangan masuk sebesar 28,19 triliun sementara yang keluar hanya 33,16 triliun.  Untuk itu pada tahun 2019, Pemkab Banyuwangi secara serius akan berupaya meningkatkan agribisnis pertanian, perikanan.

Keempat, yang berkaitan dengan yang pembahasan Musrenbang yaitu belanja pemerintah daerah. Efektivitas dan efisiensi belanja pemerintah daerah akan terus ditingkatkan, sehingga kontribusi APBD Banyuwangi tahun 2019 akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan lebih tinggi lagi.

 Karena itu, kata Anas, sebagai daerah yang memiliki SAKIP terbaik,  Banyuwangi harus mengubah mind set dari ber-“mental menghabiskan anggaran” menjadi “mental memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan”. Lebih lanjut Anas mendorong agar forum Musrenbang dapat menghasilkan rencana kerja perangkat daerah, secara terstruktur dan berbasis kinerja, semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Banyuwangi, menuju Banyuwangi yang lebih baik dan sejahtera. 

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia