Minggu, 22 Jul 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling
Seminggu di Kota Bangkok, Ini Ceritanya (4)

Wow, Ada Siaran Langsung Pertunjukan Birahi

Kamis, 04 Jan 2018 10:25 | editor : Ali Sodiqin

Salah satu pertunjukan malam di salah satu sudut Kota Bangkok. Kebebasan bisnis prostitusi di kota ini memiliki andil besar dalam meningkatkan tingginya jumlah penderita HIV/AIDS.

Salah satu pertunjukan malam di salah satu sudut Kota Bangkok. Kebebasan bisnis prostitusi di kota ini memiliki andil besar dalam meningkatkan tingginya jumlah penderita HIV/AIDS. (Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Ada-ada saja yang dilakukan warga Bangkok untuk menarik minat wisatawan mancanegara agar berkunjung ke negaranya. Selain pariwisata, yang paling menarik adalah pertunjukan live sex.

ALI SODIQIN, Bangkok

Namanya Pingpong Show. Biasanya disebut juga Tiger Show. Setiap sopir taksi, tuk tuk, bus, atau pun tukang ojek, pasti mengetahui secara persis lokasi Pingpong Show. Karena tempat ini memang favorit pelancong mancanegara. Ibarat sayur tanpa garam, serasa tidak lengkap jika ke Bangkok tidak berkunjung ke Pingpong.

Jika naik taksi, dari Novotel Hotel ke Pinpong Show hanya ditempuh sekitar 20-25 menit. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jantung ibukota Thailand. Karena masih di dalam kawasan Kota Bangkok. Tak seperti yang dibayangkan, lokasi pertunjukan terkenal ini ternyata berada di ruko alias rumah dan toko yang kurang terawat. Akses jalan menuju tempat ini tidak semulus jalan-jalan Kota Bangkok. Bahkan, sebagian belum diaspal. Kesan sebagai daerah kumuh pun cukup kental.

Meski demikian, fakta jika tempat ini sangat terkenal terbukti dengan banyaknya turis yang keluar masuk dari tempat ini. Umumnya para pengunjung datang secara bergerombol dan berpasangan.

Tiket masuk ke kawasan ini ternyata cukup mahal. Sekitar 700 bath untuk menonton pertunjukan selama 15 menit. Di dalam ruangan ukuran sekitar 20x30 meter yang pintunya hanya dari tirai kain itu, terdapat sebuah meja besar di tengah-tengahnya. Kursi-kursi bagi pengunjung tampak mengelilingi meja tersebut. Meja yang pada semua sisinya dipasangi tiang besi itu disorot cahaya lampu. Di situlah banana show dan live sex dipertontonkan.

Nampak perempuan-perempuan seksi menunjukkan aksinya. Secara bergantian, mereka meliuk-liuk erotis di atas meja.Yang membelalakkan mata, mereka tampil tanpa mengenakan sehelai benang pun! Sesekali mereka mempertontonkan alat vitalnya yang begitu "perkasa". Salah satunya adalah alat vital mereka bisa dipakai untuk membuka tutup botol soft drink. Sesekali, organ kewanitaan para gadis ini "menerbangkan" buah pisang. Di akhir pertunjukan, muncul sang pria. Tanpa rasa canggung mereka bermain kuda lumping di depan ratusan pasang mata.

Sayangnya, adegan demi adegan ini tidak boleh diabadikan dalam bentuk apapun. Bahkan, sebelum acara dimulai, "panitia" melarang keras para turis mengeluarkan kamera. Telepon seluler pun wajib dimatikan. Hal yang sama juga berlaku bagi anak-anak. Mereka yang belum genap 16 tahun, dilarang keras menonton adegan ini.

Bisnis birahi di Bangkok memang ramai, seramai tempat-tempat wisata di negeri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej itu. Saat ini Thailand dikenal sebagai satu-satunya negara yang memasukkan layanan esek-esek dalam daftar wisata. Maka, tak mengherankan, kebebasan seks yang diterapkan pemerintah Thailand ini memantik tingginya angka penderita HIV/AIDS di negara yang menganut sistem Monarki Konstitusional itu. Sudah banyak korban tewas yang disebabkan HIV/AIDS. (bersambung)

(bw/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia