Kamis, 19 Jul 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kuliner

Legitnya Kuliner Tradisional Cemplung Singkong

Jumat, 08 Dec 2017 20:35 | editor : Ali Sodiqin

KULINER KHAS: Yusron memasak singkong cemplung di dapur rumahnya

KULINER KHAS: Yusron memasak singkong cemplung di dapur rumahnya (Dedy Jumhardiyanto/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

ROGOJAMPI - Cemplung Singkong menjadi salah satu kuliner khas warga di Dusun Gumukagung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Tapi sayangnya, makanan manis ini mulai ditinggalkan dan sulit ditemukan.

Singkong cemplung itu hasil inovasi para petani perajin gula merah. Mereka, berkreasi membuat makanan dengan cara memasak umbi-umbian menggunakan air nira (bahan pembuatan gula merah) dan maka terciptalah makanan manis yang dikenal cemplung.

Disebut cemplung karena proses memasaknya dengan cara dicemplungkan (dimasukkan). Dari beberapa jenis umbi-umbian, ternyata yang pas untuk cemplung itu singkong. “Bahan lainnya juga bisa, seperti pisang, bentol, dan ubi jalar,” ujar Yusron, salah seorang pemuda setempat.

Menurut Yusron, makanan cemplung ini sekarang sangat susah didapat. Karena makanan tradisional itu, hanya bisa dibuat oleh orang-orang yang bekerja sebagai perajin gula merah. “Untuk proses memasaknya juga harus bertepatan dengan memasak gula merah,” katanya.

Singkong cemplung dulu banyak dijumpai di Dusun Gumukagung, Desa Gintangan. Maklum, daerah itu dulunya penuh dengan pohon kelapa dan umbi-umbian. Tetapi, saat ini masakan tradisional itu sudah mulai sulit ditemui. “Kami berencana akan membuka paket wisata minat khusus, salah satunya pembuatan gula merah sambil menikmati makanan tradisional singkong cemplung ini,” cetusnya.

LEGIT: Faiqotul himmah, 25, memberikan campuran parutan kelapa muda pada singkong cemplung yang telah dimasak.

LEGIT: Faiqotul himmah, 25, memberikan campuran parutan kelapa muda pada singkong cemplung yang telah dimasak. (Dedy Jumhardiyanto/JawaPos.Com/RadarBanyuwangi)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia