RADARBANYUWANGI.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi menggelar penyuluhan pendidikan politik bagi pelajar di Aula Kantor Kecamatan Giri, Rabu (23/7).
Mengusung tema “Pemahaman Konsep Demokrasi melalui Pendidikan Politik Bagi Pelajar”, kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa SMA dan SMK di Bumi Blambangan.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan kali ini. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Yuliawan Bambang Sukiyanto dan Dewan Pengarah Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sekaligus Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) Samsudin Adlawi.
Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono serta dihadiri Camat Giri Joko Kuncoro.
Kegiatan itu digelar untuk memberikan pemahaman politik kepada pelajar yang juga sebagai calon pemilih pemula.
Kegiatan ini digelar lantaran minimnya pemahaman politik para pelajar. Hal ini diindikasi menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya angka pemilih pemula dalam Pemilu 2024 lalu.
Tidak hanya itu, pendidikan tersebut untuk menumbuhkan calon pemimpin bangsa serta untuk mewujudkan Indonesia Emas.
“Pendidikan politik untuk para pelajar sangat penting karena mereka calon pemimpin bangsa,” ujar Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono.
Agus mengatakan, pendidikan politik diberikan kepada para pelajar agar mereka memahami dasar-dasar politik.
Dia menambahkan, dalam kegiatan kemarin dapat dilihat adanya pelajar yang cukup apatis terhadap politik.
Maka dari itu, penyuluhan pendidikan politik dinilai perlu terus diadakan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar.
Agus menambahkan, kegiatan ini digelar karena partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 yang menurun.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi pemilih tersebut, di antaranya disebabkan sejumlah pemilih pemula yang apatis maupun ketidaktahuan mereka terhadap pesta demokrasi tersebut.
“Makanya kegiatan ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan politik baik pelajar, mahasiswa, masyarakat, termasuk ibu-ibu," tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari SMAN 1 Wongsorejo, Rahma, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik.
Dia menuturkan saat ini banyak pelajar yang beranggapan politik kotor. Karena menghalalkan segala cara untuk bisa menang.
“Maka dari itu pandangan yang keliru tersebut harus diubah dengan pendidikan seperti ini sehingga pemilih pemula salah satunya pelajar dapat merasakan manfaat dari politik,” pungkasnya. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin