Seperti yang dilakukan di Grha Pena, Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Selasa (13/12). Petugas Dispendukcapil memperkenalkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. Setelah aplikasi berhasil diunduh, petugas Dispendukcapil memandu para karyawan JP-RaBa mengisi data yang diperlukan hingga seluruh proses aktivasi Digital ID tuntas.
Setelah tahap aktivasi dan verifikasi tuntas, berbagai dokumen kependudukan bakal tercantum di aplikasi Identitas Kependudukan Digital tersebut. Mulai KTP-el hingga kartu keluarga. Sejumlah dokumen lain seperti NPWP dan vaksinasi Covid-19 juga tersimpan dalam aplikasi tersebut.
”Semua data sudah langsung terintegrasi dalam genggaman, tidak perlu ribet lagi kalau misal lupa bawa identitas diri, yang penting bawa ponsel sudah bisa teratasi,” ujar General Manager JP-RaBa Rahman Bayu Saksono.
Dispendukcapil Banyuwangi juga membuka layanan administrasi kependudukan (adminduk), seperti pembaruan data kependudukan, penggantian kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang rusak, dan lain-lain. ”Alhamdulillah, KTP elektronik saya sudah usang dan belum update, bisa langsung jadi,” ujar Ali Shodiqin, Redaktur Online JP-RaBa.
Kepala Dispendukcapil Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan, sosialisasi dilakukan sembari menunggu peluncuran Digital ID oleh pemerintah pusat. ”Melalui sosialisasi ini, kami mempersiapkan warga Banyuwangi menyambut era identitas kependudukan digital tersebut,” ujarnya.
Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan pemberlakuan Digital ID. Jika KTP fisik yang telah dicetak ketinggalan, maka bisa menunjukkan KTP digital sehingga lebih praktis. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud